Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Nahwu (Bab Idhafah)


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah


BAB 49 : IDHAFAH (الإضافة)

49.1. PENGERTIAN (تعريف الإضافة)
            Idhafah adalah penyandaran yang membatasi di antara dua kata yang mana kata kedua wajib jar selamanya. Bisa juga didefinisikan: Mengumpulkan isim dengan isim yang lain dengan tujuan mengkhususkan atau mendefinitifkan. Dari kedua definisi idhafah dapat disimpulkan bahwa idhafah adalah kumpulan dua isim atau lebih dengan tujuan mengkhususkan makna. Kata yang pertama disebut mudhaf dan kata yang kedua disebut mudhaf ilaih. Mudhaf ilaih selalu ber-’irab jar. Sedangkan ‘irab mudhaf tergantung kedudukannya dalam kalimat. Contoh mudhaf dan mudhaf ilah (كِتَابُ زَيْدٍ - كِتَابُ الْفِقْهِ). Kata (كِتَابُ) disebut dengan mudhaf dan kata (زَيْدٍ) dan (الْفِقْهِ) disebut dengan mudhaf ilaih.

49.2. SYARAT MUDHAF (شروط الإضافة)
A.     Tidak ada alif lam. Adapun alasan tidak boleh ada alif lam karena akan dianggap seperti na’at man’ut.
B.    Membuang tanwin.Mudhaf tidak boleh ada alif lam dan tanwin. Alasan mengapa mudhaf tidak boleh ada tanwin karena tanwin itu menunjukkan nakirah sedangkan mudhaf adalah ma’rifah. Contoh kata (كِتَابٌ) dan (زَيْدٌ) apabila di-mudhaf-kan menjadi: (كِتَابُ زَيْدٍ).
C.     Membuang nun.Wajib membuang nun pada akhir isim mutsanna, jamak mudzakkar salim dan mulhaq-mulhaq-nya ketika di-idhafah-kan. Contoh: (مُدَرِّسَا اللُّغَةِ - مُدَرِّسُو اللُّغَةِ) asalnya (مُدَرِّسَانِ اللُّغَةِ - مُدَرِّسُونَ اللُّغَةِ).

49.3. PEMBAGIAN IDHAFAH (أقسام الإضافة)
A.     Idhafah Mahdhah/Ma’nawiyah (الإضافة المعنوية).Untuk idhafah ma’nawiyah, mudhaf-nya tidak boleh diberi (ال) secara mutlak. Idhafah mahdhah atau disebut juga idhafah ma’nawi dan idhafah haqiqi adalah apabila:
1.     Idhafah yang menyisipkan makna huruf jar yang tiga:
                                          i.    Makna dari (مِنْ).Apabila mudhaf merupakan bagian atau jenis dari mudhaf ilaih. Contoh: (خَاتَمُ ذَهَبٍ).
                                         ii.    Makna milik/untuk (لِ). Apabila mudhaf merupakan sesuatu yang dikuasai oleh mudhaf ilaih atau yang diperuntukan untuk mudhaf ilaih. Contoh: (حَدِيْقَةُ الْأَسْمَاكِ).
                                        iii.    Makna di (فِيْ).Apabila mudhaf berada di tempat atau waktu mudhaf ilaih. Contoh: (نَوْمُ اللَّيْلِ).
2.     Idhafah mashdar terhadap ma’mul-nya. Contoh: (أَكْلُ الْخُبْزِ).
3.     Isim Fa’il terhadap maf’ul-nya. Contohnya: (مُجِيْبُ السَّائِلِيْنَ).
B.    Idhafah Ghair Mahdhah/Lafdziyah (الإضافة اللفظية) adalah apabila mudhaf-nya terdiri dari sifat dan mudhaf ilaih-nya merupakan ma’mul dari sifat tersebut. Untuk idhafah lafdziyah, mudhaf-nya boleh diberi (ال) dengan syarat, yaitu:
1.     Mudhaf ilaih-nya harus diberi (ال).Contoh: (الْكَبِيْرُ الْبَطْنِ).
2.     Mudhaf ilaih-nya harus disandarkan kepada isim yang diberi (ال).Contoh: (الضَّارِبُ رَأْسِ الْجَانِي).
3.     Mudhaf-nya harus di-tasniyah-kan. Contoh: (الضَّارِبَا زَيْدٍ).
4.    Mudhaf-nya harus di-jamak-kan. Contoh: (الضَّارِبُوْا زَيْدٍ).
5.     Mudhaf ilaih-nya tidak boleh berupa sifat karena apabila ia berupa sifat, maka menjadi na’at man’ut.

Yang dimaksud sifat adalah isim Fa’il, Isim Maf’ul atau shifat musyabbahah. Sedangkan ma’mul-nya adalah:
1.     Fa’il.Apabila sifatnya terdiri dari sifat musyabbahah. Contoh: (حُسْنُ الْوَجْهِ).
2.     Na’ibul-Fa’il.Apabila sifatnya terdiri dari Isim Maf’ul. Contoh: (مَضْرُوْبُ الْعَبْدِ).
3.     Maf’ul.Apabila sifatnya terdiri dari isim Fa’il. Contoh (ضَارِبُ زَيْدٍ).

49.4. MAKNA IDHAFAH (معنى الإضافة)
A.     Takhshish/Mengkhususkan (التخصيص). Makna pada idhafah ma’nawiyah apabila mudhaf ilaih-nya terdiri dari isim nakirah. Contoh: (كَتَابُ رَجُلٍ).
B.    Ta’rif/Menjelaskan (التعريف). Makna pada idhafah ma’nawiyah apabila mudhaf ilaih-nya terdiri dari isim ma’rifah. Contoh: (كِتَابُ مُحَمَّدٍ).
C.     Takhfif/Meringankan Bacaan (التخفيف). Tujuan idhafah lafzhiyah adalah bukan untuk takhshish ataupun Ta’rif, melainkan berfungsi sebagai takhfif (meringankan bacaan). Sehingga disebut dengan ghairu mahdhah (tidak wajib). Contoh: (ضَارِبُ زَيْدٍ) lebih ringan bacaannya dari pada (ضَارِبُ زيدًا).


PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)


##########
 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########