Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy
BAB 6 : PEMBAGIAN FI’IL BERDASARKAN PERUBAHAN HARAKAT AKHIRNYA
(أقسام الفعل من حيث تغيير آخر حروفه)
6.1. FI’IL MABNI (الفعل المبني)
Fi’il Mabni adalah fi'il yang harakatnya tetap meskipun terdapat 'amil. Fi'il Mabni ada tiga yaitu:
A. Fi’il Madhi (الفعل الماضي). Berikut i’rab-nya:
1. Sukun, apabila bersambung dengan Dhamir Rafa’ Mutaharrik. Contoh: (ﻓﻌﻠْﻦَ – ﻓﻌﻠْﺖَ – ﻓﻌﻠْﺘُﻤَﺎ – ﻓﻌﻠْﺘُﻢْ – ﻓﻌﻠْﺖِ – ﻓﻌﻠْﺘُﻤَﺎ – ﻓﻌﻠْﺘُﻦَّ – ﻓﻌﻠْﺖُ – ﻓﻌﻠْﻨَﺎ).
2. Dhammah, apabila bersambung dengan Wawu Jama’ah. Contoh: (ﻓﻌﻠُﻮْﺍ).
3. Fathah, apabila tidak bersambung dengan Wawu Jama’ah dan Dhamir Rafa’ Mutaharrik. Contoh: (ﻓﻌﻞَ – ﻓﻌﻼَ – ﻓﻌﻠَﺖْ – ﻓﻌﻠَﺘَﺎ).
B. Fi’il Amr (فعل الأمر). Perlu diperhatikan bahwa Fi’il Amr di-mabni-kan atas dihilangkannya huruf ‘illah apabila Fi’il huruf akhirnya adalah huruf ‘illah. Adapun apabila huruf terakhirnya adalah huruf Shahih dan huruf sebelum terakhirnya adalah huruf ‘illah, (contoh: ﻛَﺎﻥَ ﺳَﺎﺭَ - ﺃَﻃَﺎﻉَ - ﺍِﺳْﺘَﻔَﺎﺩَ dan seterusnya…), maka Fi’il tersebut ketika berbentuk Amr di-mabni-kan atas Sukun dan kita ucapkan: (ﻛُﻦْ - ﺳِﺮْ - ﺃَﻃِﻊْ ﺍِﺳْﺘَﻔِﺪْ -). Huruf ‘illah (sebelum huruf akhir Fi’il) dihapus untuk mencegah bertemunya dua Sukun, karena asalnya Fi’il (ﺃَﻃَﺎﻉَ) sebagai contoh, Amrnya adalah (ﺃَﻃِﻴﻊْ). Ketika dua Sukun bertemu, yaitu Ya’ dan nun, maka huruf Ya’ dihapus dan jadilah lafaznya (ﺃَﻃِﻊْ). Apabila Fi’il ini bertemu dengan Nun Taukid, tetapi bertemunya dua Sukun bisa dihindari, maka Ya’nya tetap kemudian kita ucapkan (ﺃَﻃِﻴﻌَﻦَّ). Berikut i’rab-nya:
1. Sukun, apabila huruf akhirnya Shahih dan tidak bertemu dengan sesuatu pun atau apabila bertemu dengan Nun Niswah. Contoh: (ﺍُﺷْﻜُﺮْ – ﺍُﺷْﻜُﺮْﻥَ).
2. Fathah, apabila bersambung dengan Nun Taukid. Contoh: (ﺍُﺷْﻜُﺮَﻥَّ).
3. Membuang Nun,apabila bersambung dengan alif tasniyah atau Wawu Jama’ah atau Ya’ Mu’annats mukhathabah. Contoh: (ﺍُﺷْﻜُﺮَﺍ – ﺍُﺷْﻜُﺮُﻭﺍ – ﺍُﺷْﻜُﺮِﻱ).
4. Membuang huruf ‘illah,apabila huruf terakhinya adalah huruf ‘illah. Contoh: (ﺍِﺭْﺽَ – ﺍُﻋْﻒُ – ﺍِﺭْﻡِ ) asalnya adalah (ارضى - اعفو - ارمي).
C. Fi’il Mudhari’ (الفعل المضارع) yang bersambung dengan Nun Niswah atau Nun Taukid secara langsung.
1. Sukun, apabila bertemu dengan Nun Niswah. Contoh: (ﻫُﻦَّ ﻳَﺸْﻜُﺮْﻥَ).
2. Fathah, apabila bertemu dengan Nun Taukid secara langsung. Contoh: (ﻟَﻴَﺸْﻜُﺮَﻥَّ).
6.2. FI’IL MU’RAB (الفعل المعرب)
Fi'il Mu'rab adalah fi'il yang harakatnya berubah karena adanya 'amil. Fi'il Mu'rab hanya ada satu yaitu Fi'il Mudhari, yaitu selain fi'il Mudhari yang tersambung dengan Nun Niswah dan Nun Taukid secara langsung. I'rab fi'il ada tiga macam yaitu: (1) Marfu’ = (يَكْتُبُ); (2) Manshub = (لَنْ يَكْتُبَ); (3) Majzum = (لَمْ يَكْتُبْ).
6.3. KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA (الضوابط الأخرى)
A. Apabila Fi’il tidak bersambung dengan Nun Taukid secara langsung di mana Fi’il di-isnad-kan kepada Alif Itsnain, Wawu Jama’ah, Ya’ Mukhathabah atau Nun Niswah, maka Fi’il tersebut Mu’rab pada tiga kondisi pertama dan Mabni pada kondisi terakhir karena bertemu dengan Nun Niswah.
1. Fi’il Mudhari’ pada contoh-contoh ini bersambung dengan Nun Taukid, akan tetapi Fi’il tersebut Mu’rab karena di-isnad-kan kepada Alif Itsnain, Wawu Jama’ah dan Ya’ Mukhathabah.Contoh: (ﻟَﺎ ﺗَﻨْﺼُﺮَﺍﻥِّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻢَ)[1](ﻟَﺎ ﺗَﻨْﺼُﺮُﻥَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻢَ)[2](ﻟَﺎ ﺗَﻨْﺼُﺮِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻢَ)[3]
2. Fi’il Mudhari’ bersambung dengan Nun Taukid, Fi’il tersebut Mabni atas Fathah karena di-isnad-kan kepada Nun Niswah. Perlu diperhatikan bahwa alif ditambahkan antara Nun Niswah dan Nun Taukid untuk pemisah antara keduanya. Contoh: (ﻟَﺎ ﺗَﻨْﺼُﺮْﻧَﺎﻥِّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻢَ)[4]
B. Nun Taukid adalah Nun yang menempel di akhir Fi’il Mudhari’ atau akhir Fi’il Amr. Jenisnya ada dua: (1) Nun Tsaqilah (النون الثقيلة), yaitu berbentuk Nun tasydid ber-fathah. Contoh: (ﻟَﺘَﻜْﺘُﺒَﻦَّ ﺍُﻛْﺘُﺒَﻦَّ); (2) Nun Khafifah (النون الخفيفة),yaitu berbentuk Nun Sukun. Contoh: (ﻟَﺘَﻜْﺘُﺒَﻦْ ﺍُﻛْﺘُﺒَﻦْ). Syarat-syaratnya:
1. Harus memberi taukid Fi’il Mudhari’ dengan Nun apabila sebagai jawaban bagi qasam (sumpah) dan bersambung dengan Lam Qasam. Contoh: (ﻭَﺍﻟﻠﻪِ ﻟَﺄُﻛْﺮِﻣَﻦَّ ﺍﻟﻔَﺎﺋِﺰَ / ﻟَﺄُﻛْﺮِﻣَﻦْ).[5]
2. Boleh men-taukid-kan Fi’il Mudhari’ dengan Nun apabila menunjukkan kepada tuntutan (tuntutan misalnya perintah, larangan dan pertanyaan). Contoh: (ﻟِﻴُﻨْﻔِﻖِ ﺍﻟﻘَﺎﺩِﺭُﻭﻥَ / ﻟِﻴُﻨْﻔِﻘَﻦَّ ﺍﻟﻘَﺎﺩِﺭُﻭﻥَ)[6] (ﻟَﺎ ﺗَﻤْﺪَﺡِ ﺍﻣْﺮَﺀًﺍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺠَﺮِّﺑَﻪُ ﺃَﻭْ ﻟَﺎ ﺗَﻤْﺪَﺣَﻦَّ)[7] (ﺃَﺗُﻮَﺍﻓِﻖُ ﻋَﻠَﻰ ﻫﺬَﺍ ﺍﻟﺮَّﺃْﻱِ؟ / ﺃَﺗُﻮَﺍﻓِﻘَﻦَّ ﻋَﻠَﻰ ﻫﺬَﺍ ﺍﻟﺮَّﺃْﻱِ)[8]
3. Dilarang men-taukid-kan Fi’il Mudhari’ pada selain keadaan tersebut di atas tadi.Contoh: (ﺗَﺸْﺮُﻕُ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻛُﻞَّ ﺻَﺒَﺎﺡٍ).[9]
4. Boleh memberi taukid Fi’il Amr karena fi’il ini menunjukkan kepada tuntutan. Contoh: (ﺃَﻃِﻊْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳﻚَ / ﺃَﻃِﻌَﻴﻦَّ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳﻚَ / ﺃَﻃِﻴﻌﻦْ ﻭَﺍﻟِﺪَﻳﻚَ).
[1] Jangan sekali-kali kalian berdua menolong orang zalim itu!
[2] Jangan sekali-kali kalian laki-laki menolong orang zalim itu!
[3] Jangan sekali-kali kamu perempuan menolong orang zalim itu!
[4] Jangan sekali-kali kalian perempuan menolong orang zalim itu!
[5] Demi Allah aku akan memuliakan orang yang berhasil itu.
[6]Hendaklah orang-orang yang mampu berinfak!
[8] Apakah engkau sepakat kepada pendapat ini?
[9]Matahari terbit setiap hari.
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

