Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Sharaf (Bab Imalah)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah


BAB 18 : IMALAH (الإمالة)

18.1. PENGERTIAN IMALAH (تعريف الإمالة)
            Imalah adalah mencondongkan Fathah ke arah Ya’ pada keadaan apapun, ketika huruf setelah Fathah adalah alif. Contoh: ( ﺍﻟﻔَﺘَﻰ ), dan dicondongkan ke arah kasrah jika huruf setelah Fathah tidak berupa alif. Contoh: ( ﺳَﺠَﺎ ).
                Tujuannya adalah untuk penyesuaian suara dan mendekatkannya sehingga menjadi satu bentuk, karena ketika mengucapkan huruf Ya’ dan kasrah, bibir turun ke bawah sedang ketika mengucapkan fathah dan alif, bibir naik ke atas. Maka dengan bacaan Imalah, maka menjadi satu bentuk, yaitu ke arah bawah. Terkadang imalah juga bertujuan untuk mengingat pada huruf asalnya. Hukum bacaan Imalah adalah jaiz, artinya semua lafaz yang telah memenuhi untuk dibaca Imalah, diperbolehkan dibaca dengan Imalah atau tidak.

18.2. PEMBAGIAN IMALAH (أقسام الإمالة)
A.    Imalah Alif (إمالة الألف), yaitu kita condongkan alif ke arahnya Ya’ dan Fathah yang ada sebelum alif dicondongkan ke arah kasrah. Contoh: ( ﺭَﻣَﻰ ).
B.    Imalah Fathah (إمالة الفتحة),yaitu kita condongkan Fathah saja ke arah kasrah ketika huruf setelah Fathah tidak berupa alif. Contoh: ( ﻳَﺴْﺤَﺮُ).

18.3. SEBAB-SEBAB IMALAH (أسباب الإمالة)
A.    Adanya alif sebagai ganti dari Ya’ yang berada diakhir, baik diakhirnya adalah haqiqi atau taqdiri. Contoh: ( ﺍِﺷْﺘَﺮَﻯ ) dan ( ﻓَﺘَﺎﺓٌ ).
B.    Pada sebagian Tashrif Ya’ terkadang mengganti alif. Contoh: alifnya ( ﻣَﻠْﻬَﻰ ) (alif itu bukan gantian dari Ya’ tetapi dia bisa menjadi Ya’ ketika di-jamak-kan dengan Jamak Mu’annats Salim dan di-tatsniyyah-kan. Contoh: ﻣَﻠْﻬَﻴَﺎﺕٌ dan ﻣَﻠْﻬَﻴَﺎﻥِ ).
C.    Adanya alif adalah sebagai ganti dari ‘Ain kalimah, yang ketika Fi’il tersebut diisnadkan kepada Fa’il Ta’ (dhamir rafa’ mutaharrik), maka Wazannya akan menjadi ( ﻓِﻠْﺖُ ) dengan dikasrahnya Fa’ kalimah. Contoh: ( ﺑَﺎﻉَ ) (ketika bertemu dhamir rafa’ mutaharrik menjadi ﺑِﻌْﺖُ ).
D.    Alif jatuh sebelum Ya’. Contoh: ( ﺑَﺎﻳَﻌْﺘُﻪُ).
E.    Alif jatuh setelah Ya’ dengan muttashil (bersambung). Contoh: ( ﺑَﻴَﺎﻥٌ), atau dipisah dengan satu huruf. Contoh: ( ﺷَﻴْﺒَﺎﻥٌ), atau dipisah dengan dua huruf yang salah satunya berupa Ha’ ( ﻫـ). Contoh: ( ﺩَﺧَﻠَﺖْ ﺑَﻴْﺘَﻬَﺎ ).
F.     Alif jatuh sebelum kasrah. Contoh: ( ﻋَﺎﻟِﻢٌ ).
G.    Alif jatuh setelah kasrah yang kasrah itu dipisah dari alif, adakalanya dengan satu huruf. Contoh: ( ﻛِﺘَﺎﺏٌ ), atau dua huruf (yang hidup semua) dan salah satunya (dari keduanya) berupa Ha’ ( ﻫـ). Contoh: ( ﻳُﺮِﻳْﺪُ ﺍﻥْ ﻳُﺆَﺩِّﻳَﻬَﺎ ), atau dua huruf yang huruf pertama berupa huruf mati. Contoh: ( ﺷِﻤْﻠَﺎﻝٌ ), atau dipisah dengan huruf mati dan dua huruf (yang keduanya hidup) yang salah satunya berupa Ha’ ( ﻫـ). Contoh: ( ﺩِﺭْﻫَﻤَﺎﻙَ ).
H.    Keinginan untuk mencocokkan, yaitu ketika alif jatuh setelah alif yang lainnya dalam satu kalimah atau dalam kalimah yang menyertai kalimah yang pertama. Contoh yang awal adalah ( ﺭَﺍَﻳْﺖُ ﻋِﻤَﺎﺩَﺍ ) alif setelah Dal atau alif yang gantian dari Tanwin ketika diWaqfkan di-Imalah-kan karena mengikuti Imalah-nya alif setelah mim), dan yang kedua seperti ( ﺍﻟﻀُﺤَﻰ ) dengan di-Imalah-kan untuk mencocoki ( ﺳَﺠَﺎ ).

18.4. YANG BISA MENCEGAH IMALAH (ممنوع الإمالة)
A.    Ra’ (),dengan syarat Ra’ tersebut tidak di-kasrah dan bersambung dengan alif yang Ra’ jatuh sebelum alif. Contoh: ( ﺭَﺍﺷِﺪٌ ), atau Ra’ berada sesudah alif. Contoh: ( ﻫﺬَﺍ ﺍﻟﺠِﺪَﺍﺭ), dan alif tidak bersandingan dengan Ra’ yang lainnya.
B.    Huruf Isti’la’ yang tujuh, yaitu: (ﺥ), (ﻍ), (ﺹ), (ﺽ), (ﻁ), (ﻅ), dan () yang berada didepan,dengan syarat huruf tersebut tidak dikasrah dan huruf tersebut berhubungan langsung dengan alif (tidak dipisah), atau dipisah dari alif dengan satu huruf yang huruf tersebut tidak mati yang jatuh setelah kasrah dan pada lafaz tersebut tidak terdapat Ra’ yang dikasrah yang bersandingan atau diakhirkan dengan syarat berhubungan langsung atau dipisah dengan satu huruf atau dua huruf. Secara mudahnya huruf isti’la’ yang bisa mencegah dari Imalah adalah:
1.    Huruf isti’la’ yang jatuh sebelum alif dengan syarat huruf tersebut tidak di-kasrah dan huruf tersebut tidak di-Sukun yang jatuh setelah kasrah. Contoh: (ﺻَﺎﻟِﺢ).
2.    Huruf isti’la’ jatuh setelah alif dan muttashil. Contoh: (ﺣَﺎﺻِﻞ).
3.    Huruf isti’la’ jatuh setelah alif dan dipisah dengan satu huruf. Contoh: (ﻧَﺎﻓِﺦ).
4.    Huruf isti’la’ jatuh setelah alif dan dipisah dengan dua huruf. Contoh: (ﻣَﻨَﺎﺷِﻴْﻂ).



PEMBAHASAN ILMU SHARAF TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)

########## 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########