Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy
BAB 16 : AT-TASHGHIR (التصغير)
16.1. PENGERTIAN TASHGHIR (تعريف التصغير)
Tashghirsama halnya dengan Nasab, yang merupakan bagian dari pembahasan Ilmu Sharaf. Secara bahasa Tashghir berarti mengecilkan, sedangkan menurut istilah yaitu perubahan bentuk-bentuk kata dengan maksud tertentu. Hukumnya adalah memberikan baris dhammah di awal huruf, memfathakan huruf kedua dan menambahkan Ya’ Sakinah setelahnya, huruf Ya’ tersebut dinamakan Ya’ Tashghir (ياء التصغير). Suatu kata yang belum diubah bentuknya ke dalam bentuk Tashghir dinamakan Mushagghar (المصغر).
16.2. WAZAN-WAZAN TASHGHIR (أوزان التصغير)
A. Wazan (فُعَيل). Wazan ini dikhususkan pada kata-kata yang terdiri dari tiga huruf. Contoh: (سقف) (ولد) (رجل) menjadi (سُقيف) (وُليد) (رُجيل).
1. Jika Isim Tsulatsi (tiga huruf) menunjukkan Mu’annats meskipun tidak ada Ta’ Ta’nits, maka dalam men-Tashghir-kannya haruslah ditambahkan Ta’ Ta’nits di akhir kata tersebut. Contoh: (عين) (هند) (أذن) menjadi (عيينة) (هنيدة) (أذينة).
2. Jika kata tersebut diakhiri dengan Ta’ Ta’nits, maka tidak mempengaruhinya (tidak dihilangkan atau ditambahkan). Contoh: (شجرة) (بقرة) menjadi (شجيرة) (بقيرة).
3. Apabila huruf keduanya adalah huruf Illat yang merupakan pengganti dari huruf lain, maka dalam men-Tashghir-kannya haruslah dikembalikan ke asal katanya. Contoh: (باب) (مال) menjadi (بويب) (مويل). Huruf alif pada kedua kata tersebut adalah pengganti dari Wawu karena Jamak dari kedua kata tersebut adalah (أبواب) dan (amwal) yang menunjukkan Wawu adalah huruf aslinya.
4. Apabila huruf kedua dari kata Tsulatsi adalah huruf illat asli, maka dalam men-Tashghir-kannya tetaplah menggunakannya. Contoh: (بيت) (سيف) menjadi (بييت) (سييف) karena Jamak dari kedua kata tersebut adalah (أبيات) dan (أسياف). Apabila huruf kedua dari kata yang akan di-Tashghir-kan tidak diketahui asalnya maka huruf tersebut diubah menjadi Wawu. Contoh: (عاج) (زان) menjadi (عويج) (زوين).
5. Apabila Isim yang aslinya terdiri dari tiga huruf namun ditambahkan Ta’ Ta’nits atau Alif Maqshurah dan Mamdudah ataupun ditambahkan Alif dan Nun, atau Jamak taksir, maka pada saat men-Tashghir-kannya menggunakan Wazan Fu’ail. Contohnya: (وردة ) (حميراء) (سلمى) (مرجان) (أصحاب) menjadi (وريدة) (حمراء) (سليمى) (مريجان) (أصيحاب).
B. Wazan (فُعَيعِل). Wazan ini dikhususkan pada kata-kata yang terdiri dari empat huruf, contohnya (ملعب) (مسجد) (منبر ) menjadi (مليعب) (مسيجد) (منيبر).
1. Jika huruf ketiganya adalah huruf madd (Alif, Wawu dan Ya’), maka wajib mengubahnya menjadi Ya dan didengungkan dengan Ya Tashghir. Contohnya: (كتاب) (رغيف) (عمود) menjadi (كُتَيّب) (رُغَيّف) (عُمَيّد).
2. Jika huruf keduanya adalah Alif tambahan, maka diubahnya menjadi Wawu. Contohnya: (كاتب) (تاجر ) menjadi (كويتب) (تويجر).
3. Jika huruf keduanya adalah huruf asli baik Wawu maupun Ya’, maka dalam pen-Tashghir-annya tetaplah seperti semula. Contohnya: (جورب) (ميسر) menjadi (جويرب) (مييسر).
4. Jika huruf keduanya bukan Wawu atau Ya’ yang asli, maka dikembalikan ke asalnya, contohnya (قيمة = puncak, menjadi قويمة) karena asalnya adalah (قوّم).
5. Jika hurufnya melebihi empat dan huruf terakhirnya bukanlah huruf Madd, maka dihilangkan huruf yang terakhir. Contohnya: (سفرجل) (عندليب) menjadi (سفيرج) (عنيدل). Dan boleh menggantikan huruf yang dihilangkan dengan huruf Ya’ sebelum akhirnya, dari kedua contoh tadi menjadi (سفيريج) dan (عنيديل).
6. Jika huruf kata pada dasarnya adalah empat huruf namun ditambahkan Ta’ Ta’nits, Alif dan Nun tambahan, serta tanda-tanda Mutsanna (bentuk dua), Jamak Mudzakkar dan Mu’annats Salim atau Ya’ Nasab, maka dalam men-Tashghir-kannya menggunakan Wazan Fu’ai’il tanpa menghilangkan huruf tambahannya. Contoh: (مدرسة) (أربعاء) (كاتبون) (تاجران) (تاجرات) (عبقري) menjadi (مديرسة) (أريبعاء) (كويتبون) (تويجران) (تويجرات) (عبيقري).
C. Wazan (فُعَيعيل). Wazan ini digunakan untuk Isim yang hurufnya melebihi empat huruf dan sebelum huruf terakhirnya adalah huruf Madd (Alif, Wawu dan Ya’):
1. Jika huruf sebelum huruf terakhirnya adalah huruf Ya’, maka tetap di-Tashghir-kannya.
2. Jika huruf sebelum huruf terakhirnya adalah Wawu dan Alif, maka diubahnya menjadi huruf Ya’. Contoh: (مصباح) (عصفور) (قنديل) menjadi (مصيبيح) (عصيفير) (قنيديل).
16.3. MACAM-MACAM TASHGHIR (أقسام التصغير)
A. Tashghir Asli (التصغير الأصلي), yaitu men-Tashghir Isim yang berasal dari Isim yang tidak terdapat huruf tambahannya. Contoh: (نهر - نهير) (هل - هليل) (يد - يديه).
B. Tashghir Tarkhim (التصغير الترخيم), yaitu men-Tashghir-kan Isim setelah terlebih dahulu dilepaskan dari seluruh huruf ziadah yang terdapat padanya. Terdapat dua Wazan, yaitu:
1. Wazan (فعيل), yaitu andai Isim yang bersangkutan format aslinya tiga huruf, tetapi bila yang diberi nama dengan menggunakan Isim tersebut adalah Mudzakkar, maka dilepaskan dari Ta’ Ta’nits, bila Mu’annats maka menggunakan Ta’ Ta’nits. Contoh: (معطف - عطيف) (حبلى - حبيلة).[1]
2. Wazan (فعيعيل), yaitu men-Tashghir Isim yang bentuk dengan kata lain empat huruf. Contoh: (قرطاس - فريطس) (عصفور - عصيفر).
Namun bilamana hurufnya selalu dua asli, maka format Tashghir-nya adalah:
1. Jika huruf kedua tersebut Shahih, maka dia diputuskan sebagaimana aslinya setelah diciptakan nama, dan bila disusun di-Tashghir-kan, maka huruf yang kedua di-tadh’if-kan. Contoh: (هل - هليل) (أن - أنيئ).
2. Jika huruf yang kedua tersebut huruf illah, maka ketika disusun nama ‘alam ia harus di-tadh’if-kan. Contoh: (ماء - موي) (كي - كيي).
16.4. SYARAT-SYARAT TASHGHIR (شروط التصغير)
A. Kata (sesuatu) yang akan di-Tashghir-kan hendaklah Mu’rab bukan Isim Mabni (lihat dasar-dasar ilmu Nahwu) seperti kata tanya, kata penunjuk, kata penyambung, dhamir dan juga Fi’íl (baik Madhi dan Mudhari’). Jika ada Isim Mabni yang di-Tashghir-kan itu hanyalah darurat, misalnya kata penunjuk itu = (ذا) di-tashgir-kan menjadi (ذيّا) dan fi’íl yang menunjukkan takjub contohnya (ما أحيسنه),[2] dan (ما أحيلاه),[3] kesemuanya adalah darurat dalam pen-Tashghir-annya.
B. Wazan kata yang akan di-Tashghir-kan janganlah sama dengan Wazan Tashghir (yang di dhammah huruf awal dan fathah huruf kedua serta Ya’ Tashghir), apabila sama Wazannya berarti kata tersebut tidak bisa di-Tashghir-kan. Contoh: Pirang = ( كميت) dan jenis tumbuhan = (دريد), karena Wazan-nya sama dengan Wazan Tashghir.
C. Kata tersebut hendaklah dapat dikecilkan, maka kata-kata seperti Nama-nama Tuhan, Nabi dan Rasul, malaikat, kullu (semua), Ba’dhu (sebagian), nama-nama bulan, minggu, (البارحة semalam), (besok الغد), (selain سوى), atau kata yang menunjukkan banyak, maka kata-kata semacam ini tidak pantas untuk dikecilkan.
16.5. FUNGSI/TUJUAN TASHGHIR (أهداف التصغير)
A. Mengecilkan bentuk dan ukuran dari kata yang akan dikecilkan. Contohnya: kata gunung = (جبل) apabila ingin mengecilkan bentuknya maka kata tersebut hendaklah di beri harakat dhammah pada awal hurufnya dan mem-fathah huruf kedua kemudian menambahkan Ya’ Tashghir setelahnya, menjadi (جبيل = gunung kecil), contoh lain, kata rumah = ( منزل) diubah menjadi (منيزل).
B. Memandang rendah atau mengabaikan apa yang akan dikecilkan. Contohnya: kata penulis = (كاتب) jika ingin merendahkan seorang penulis maka kata tersebut diubahn bentuknya menjadi bentuk Tashghir yaitu (كويتب), contoh lain kata penyair = (شاعر) menjadi (شويعر), laki-laki = (رجل) menjadi (رجيل).
C. Mengurangi jumlah dari sesuatu yang akan dikecilkan. Contohnya: langkah = (خطوة) untuk mengurangi langkah yang menunjukkan kelambatan dalam berjalan seseorang maka diubah bentuknya menjadi (خطيات), contoh lain kata sesuap makanan = (لقمة) menjadi (لقيمات).
D. Menunjukkan dekatnya waktu. Contohnya kata sebelum = (قبل) apabila ingin kedatangan seseorang lebih awal dan lebih cepat lagi dari waktu yang ditentukan maka diubah bentuknya menjadi (قبيل الغروب), contoh lain kata setelah = (بعد) menjadi (بعيد العصر).
E. Menunjukkan lebih dekatnya tempat. Contoh kata dekat = (قرب) jika ingin menunjukkan atau menerangkan sesuatu itu sangat dekat dan lebih dekat dari suatu tempat, misalnya lebih dekat dari masjid maka diubah bentuknya menjadi (قريب المسجد), contoh lain kata di bawah (تحت) menjadi (تحيت الشجرة).
F. Mengagung-agungkan sesuatu agar terkesan hebat dan ditakuti. Contoh kata bencana = ( داهية) jika ingin membesar-besarkan bencana yang akan menimpa agar orang lebih berhati-hati atau takut akan bencana tersebut maka diubah bentuknya menjadi (دويهية), contoh lain kata pahlawan = ( بطل) menjadi (بطيل).
G. Sindiran terhadap sesuatu yang akan di-Tashghir-kan atau menunjukkan dekatnya sesuatu itu dalam diri. Contohnya kata anak = ( ابن) jika ingin menunjukkan kedudukan anak dalam diri maka dalam memanggil atau menyebutnya diubah menjadi (بني), contoh lain kata sahabat = ( صاحب) menjadi (صويحب).
16.6. KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA (الضوابط الأخرى للتصغير)
A. Jika Isim Tsulatsi (tiga huruf) telah dihapus salah satu dari huruf aslinya sehingga yang nampak hanyalah dua huruf, maka wajib mengembalikan huruf yang terhilangkan pada saat men-Tashghir-kannya, contohnya (يد = tangan, asal katanya يَدْيٌ dan saat di-Tashghir menjadi يُدَيّة), contoh lain (أخ = saudara, asal katanya أخَوٌ saat di-Tashghir أُخيّ).
B. Pada saat men-Tashghir Isim yang huruf ketiganya adalah huruf Illat, maka huruf illat tersebut haruslah diubah menjadi huruf Ya’ kemudian didengungkan dengan Ya’ Tashghir, contoh (عصا = tongkat, menjadi عُصيّة) dan (دلو = ember/timba, menjadi دُليّة).
C. Jika huruf sebelum terakhir kata adalah huruf Ya’ Musyaddadah didahului oleh dua huruf sebelumnya, maka huruf Ya’ pertama diringankan kemudian didengungkan dengan Ya’ Tashghir, contohnya (عَليٌّ = ali, menjadi عُليٌّ) dan (ذَكيّ = pintar, menjadi ذُكيٌّ). Jika Ya’ Musyaddadah didahului lebih dari dua huruf maka dalam penTashghirannya tetap pada lafaznya, contohnya (كرسيّ = kursi, menjadi كُرَيْسيّ) dan (نحوي = secara nahwu/missal, menjadi نحيويّ).
D. Apabila ingin men-Tashghir-kan kata yang terdiri dari dua kata, maka bagian pertama atau kata yang pertama saja yang di-Tashghir-kan tanpa kata yang kedua, contohnya (عبد الله = hamba Allah, menjadi عبيد الله) dan (علم الدين = ilmu agama, menjadi عليم الدين).
E. Lafaz-lafaz Tashghir Sama’i, antara lain:
1. Bab Tashghir. Yaitu: (مَغْرِبٌ) (عِشَاءٌ) (عَشِيَّةٌ) (إِنْسَانٌ) (بَنُوْنٌ) (رَجُلٌ) (لَيْلَةٌ) (صَبِيَّةٌ) (غِلْمَةٌ) menjadi (مُغَيْرِبَانٌ) (عُشَيَانٌ) (عُشَيْشَيَةٌ) (أُنَيْسِيَانٌ) (أُبَيْنُوْنٌ) (رُوَيْجِلٌ) (لُيَيْلِيَةٌ) (أُصَيْبِيَةٌ) (أُغَيْلِمَةٌ) yang semestinya (مُغَيْرِبٌ) (عُشَيَّةٌ) (عُشَيَّةٌ) (أُنَيْسِيْنٌ) (بُنَيْوِنٌ) (رُجَيْلٌ) (لُيَيْلَةٌ) (صُبَيَّةٌ) (غُلَيْمَةٌ).
2. Bab Jamak Taksir.Yaitu: (رَهْطٌ) (بَاطِلٌ) (حَدِيْثٌ) (كُرَاعٌ) (عَرُوْضٌ) (قَطِيْعٌ) menjadi (أَرَاهَطُ) (أَبَاطِلُ) (أَحَادِيْثُ) (أَكَارِعُ) (أَعَارِيْضُ) (أَقَاطِيْعُ) yang semestinya (رُهُوْطٌ) (بَوَاطِلُ) (أَحُدِثَةٌ - حُدُثٌ) (أَكْرِعَةٌ - كُرُعٌ) (عَرَائِضُ) (أَقْطِعَةٌ - قُطُعٌ).
F. Ada delapan perkara yang dianggap munfashil/terpisah dari isim yang di-tashghir, yaitu:
1. Alif Ta’nits Mamdudah. Contoh: (حَمْرَاءُ) (جُحْدُبَاءُ) menjadi (حُمَيْرَاءُ) (جُحَيْدِبَاءُ).
2. Ta’ Ta’nits.Contoh: (حَنْظَلَةٌ) (سَفَرْجَلَةٌ) menjadi (حُنَيْظِلَةٌ) (سُفَيْرِجَةٌ).
3. Ya’ Nisbat.Contoh: (عَبْقَرِيٌ) (عَرَبِيٌّ) menjadi (عُبَيْقِرِيٌّ) (عُرَيْبِيٌّ).
4. Mudhaf Ilaih.Contoh: (عَبْدُ اللهِ) (قَمَرُ الدِيْنِ) menjadi (عُبَيْدُ اللهِ) (قُمَيْرَ الدِيْنِ).
5. Bagian yang kedua dari Tarkib Mazji. Contoh: (بَعْلَبَكَ) (مَكْدِ يْكَرِبُ) (حَضْرَمَوْتُ) menjadi (بُعَيْلَبَكَ) (مُعَيْدِ يْكَرِبُ) (حُضَيْرَمَوْتُ).
6. Ziyadah Alif dan Nun yang terletak setelah huruf keempat ke atas. Contoh: (زَعْفَرَانُ) (عَبُوْثَرَانٌ) menjadi (زُعَيْفِرَانُ) (عَبَيُّثَرَانُ).
7. Tanda Tatsniyah.Contoh: : (مُسْلِمَانِ) (مُسْلِمَيْنِ) menjadi (مُسَيْلِمَانِ) (مُسَيْلِمَيْنِ).
8. Tanda Jamak Tashih/Jamak Mudzakkar atau Mu’annats Salim. Contoh: : (مُسْلِمُوْنَ) (مُسْلِمِيْنَ) (مُسْلِمَاتٌ) menjadi (مُسَيْلِمُوْنَ) (مُسَيْلِمِيْنَ) (مُسَيْلِمَاتٌ).
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

