Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Sharaf (Bab Mashdar)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah

BAB 9 : MASHDAR (المصدر)

9.1. PENGERTIAN MASHDAR (تعريف المصدر)
                Mashdar adalah Isim manshub yang datang pada urutan ketiga dalam Tashrif Fi’il, yakni  jika Fi’il di-Tashrif dua kali, maka setelahnya akan didapati Mashdar. Mashdar berada pada urutan ketiga setelah mengalami perubahan dari Fi’il Madhi menuju bentuk Fi’il Mudhari‘ kemudian Mashdar. Contoh: (ضَرْبًا) (أَكْلاً) (إِكْرَامٌ).

9.2. MACAM-MACAM MASHDAR & CARA MENYUSUNNYA (أنواع المصدر)
Mashdar adalah asal Fi’il dan asal Isim–Isim Musytaq. Fi’il ada yang 3 huruf, 4 huruf, 5 huruf, dan 6 huruf.Masing-masing memiliki Mashdar tersendiri. Berikut merupakan penjelasan macam-macam Mashdar dan cara menyusunnya.
A.     Mashdar Fi’il Tiga Huruf (المصدر الثلاثي). Mashdar Fi’il tiga huruf tidak memiliki kaidah tertentu, tetapi memiliki bentuk-bentuk yang beragam tanpa adanya rumusan, hanya diketahui dengan sama’ (mendengar langsung dari orang arab yang masih fasih) atau merujuk ke kitab bahasa. Namun ada beberapa Wazan yang biasa dipakai untuk Mashdar Fi’il tiga huruf diantaranya:
1.     Wazan (فِعَالَة), untuk profesi. Contoh: (صِنَاعَة، زِرَاعَة، تِجَارَة).
2.     Wazan (فَعَلاَن), untuk menunjukkan kegoncangan. Contoh: (غَلَيَان، دَوَرَان، طَوَفَان).
3.     Wazan (فُعْلَة), untuk menunjukkan warna. Contoh: (خُضْرَة, صُفْرَة).
4.    Wazan (فُعَال), untuk menunjukkan kepada penyakit dan suara. Contoh: (سُعَال , زُكَام , بُكَاء , نُبَاح).
5.     Wazan (فِعَال), untuk menunjukkan kepada penolakan. Contoh: (إِبَاء , نِفَار , عِتَاب , عِيَاذ).
6.     Wazan Fi’il Muta’addi (yaitu Fi’il yang memiliki Maf’ul Bih) ber-Wazan: (فَعْلٌ). Contoh: (سَمْعٌ، فَتْحٌ، مَنْعٌ، ضَرْبٌ، فَهْمٌ، رَقْمٌ).
7.     Wazan Fi’il Lazim (yaitu Fi’il yang tidak memiliki Maf’ul Bih) ber-Wazan: (فُعُوْلٌ). Contoh: (قَعَدَ: قُعُوْدٌ – جَلَسَ:جُلُوْسٌ- طَلَعَ:طُلُوْعٌ- سَجَدَ:سُجُوْدٌ). Kecuali (قَبِلَ) Mashdar-nya adalah (قَبُوْلٌ) dengan mem-Fathah-kan (قَ) atas Wazan (فَعُوْلٌ - فُعُوْلَةٌ). Contoh: (سَهُلَ: سُهُوْلَةٌ – صَعُبَ:صُعُوْبَةٌ- عَذُبَ:عُذُوْبَةٌ- نَعُمَ:نُعُوْمَةٌ). (فَعَلٌ) Contoh: (فَرِحَ: فَرَحًا – مَرِحَ:مَرَحًا- شَبِعَ:شَبَعًا- طَرِبَ:طَرَبًا).
B.    Mashdar Fi’il Empat Huruf (المصدر الرباعي). Mashdar-Mashdar Fi’il 4 huruf bersifat Qiyasi (memiliki rumusan tertentu) dan Wazan-Wazan-nya berbeda-beda sesuai bentuk Fi’il-nya.
1.     Apabila Fi’il ber-Wazan (أَفْعَلَ), maka Mashdar-nya ber-Wazan (إِفْعَالٌ). Contoh: (أَنْكَرَ: إِنْكَارًا – أَكْرَمَ: إِكْرَامًا- أَبْقَى:إِبْقَاءً).
2.     Apabila Fa’ Fi’il-nya huruf Wawu,maka Wawu diubah menjadi Ya’ ketika menjadi Mashdar. Contoh: (أَوْقَفَ: إِيْقَافًا – أَوْضَحَ: إِيْضَاحًا- أَوْرَدَ:إِيْرَادًا).
3.     Adapaun apabila Fi”il Mu’tal ‘Ain,maka Mashdar-nya dengan meng-kasrah-kan huruf pertama dan menambah Ta’ Marbuthah pada akhirnya. Contoh: (أَقَامَ: إِقَامَةً – أَطَالَ: إِطَالَةً- أَقَالَ:إِقَالَةً).
4.    Apabila Fi’il ber-Wazan (فَعَّلَ), dengan men-tasydid huruf ‘Ain maka Mashdar-nya ber-Wazan (تَفْعِيْلٌ). Contoh: (دَرَّبَ: تَدْرِيْبًا – نَسَّقَ: تَنْسِيْقًا- فَوَّضَ:تَفْوِيْضًا).
5.     Apabila  Fi’il yang ber-Wazan (فَعَّلَ) Mu’tal akhir, maka Mashdar-nya ber-Wazan (تَفْعِلَةٌ). Contoh: (زَكَّى: تَزْكِيَةٌ – غَطَّى: تَغْطِيَةٌ- قَوَّى:تَقْوِيَةٌ).
6.     Apabila  Fi’il yang ber-Wazan (فَعَّلَ) Mahmuz akhir, maka Mashdar-nya ber-Wazan (تَفْعِيْلٌ) atau (تَفْعِلَةٌ). Contoh: (جَزَّأَ: تَجْزِئً/تَجْزِئَةً – خَطَّأَ: تَخْطِأً/تَخْطِئَةً).
7.     Apabila Fi’il ber-Wazan (فَاعَلَ), maka Mashdar-nya ber-Wazan (فِعَالٌ) atau   (مُفَاعَلَةً). Contoh: (قَاتَلَ: قِتَالاً/مُقَاتَلَةً – حَاسَبَ: حِسَابًا/مُحَاسَبَةً- خَاصَمَ:خِصَامًا/مُخَاصَمَةً).
8.     Apabila Fi’il ber-Wazan (فَعْلَلَ), maka Mashdar-nya ber-Wazan (فَعْلَلَةٌ) atau (فِعْلاَلٌ). Contoh: (زَحْرَفَ: زِحْرَافٌ/زَحْرَفَةً – زَلْزَلَ: زِلْزَالٌ/زَلْزَلَةً- دَحْرَجَ:دِحْرَاجًا/دَحْرَجَةً).
C.     Mashdar Fi’il Lima dan Enam Huruf (المصدر الخماسي والسداسي). Mashdar–Mashdar Fi’il Khumasi dan Sudasi huruf juga bersifat Qiyasi (memiliki rumusan tertentu).
1.     Apabila Fi’il Khumasi dan Sudasi huruf diawali dengan hamzah washal, maka Mashdar-nya  ber-Wazan seperti Fi’il Madhi dengan meng-kasrah-kan huruf ke 3 dan menambahkan alif sebelum huruf akhir. Contoh: (اِجْتَمَعَ: اِجْتِمَاعًا – اِنَدَفَعَ: اِنْدِفَاعًا- اِسْتَقْبَلَ:اِسْتِقْبَالاً).
2.     Apabila Fi’il-nya diawali dengan Ta’ tambahan, maka Mashdar-nya ber-Wazan seperti Fi’il Madhi dengan men-dhammah-kan huruf sebelum akhir. Contoh: (تَقَدَّمَ: تَقَدُّمًا – تَعَلَّمَ: تَعَلُّمًا- تَدَحْرَجَ:تَدَحْرُجًا).

9.3. MASHDAR MIMI (المصدر الميمي)
Mashdar Mimiadalah Mashdar yang diawalai dengan mim tambahan dan memberikan makna Mashdar itu sendiri. Mashdar Mimi dibentuk dari Fi’il tiga huruf dengan Wazan  (مَفْعَلٌ). Contoh: (عَرَضَ رَأْيَةً مَعْرَضًا),[1]yakni (عَرَضًا مَنْطِقِيًّا). kecuali jika Fi’il awalnya adalah huruf illat, maka dibentuk dengan Wazan (مَفْعِلٌ), Contoh: (لَقَدْ كَانَ لِكَلاَمِهِ مَوْقِعٌ حَسَنٌ).[2]Apabila Fi’il-nya bukan tiga huruf, maka Mashdar Mimi ber-Wazan seperti Wazan Mudhari’-nya dengan menukar huruf mudhara’ah menjadi mim dhammah dan huruf sebelum terakhir di-fathah-kan. Contoh: (قُلْتُ لَهُ: إِلَى مُلْتَقَى)[3]yaitu (الْاِلْتِقَاء). Terkadang pula Mashdar Mimi diberi Ta’ Marbuthah pada akhirnya. Contoh: (مَفْسَدَةٌ، مَحَبَّةٌ، مَوْعِظَةٌ، مَنْفَعَةٌ).
A.     Mashdar Shina’i (المصدر الصناعي), yaitu Isim yang dibei Ya’ nashab setelah Ta’ Ta’nits untuk menunjukkan makna Mashdar. Contoh: (إِنْسَنِيَّةٌ – إِشْتِرَاكِيَّةٌ – حُرِّيَّةٌ – وَطَنِيَّةٌ – مَسْؤُوْلِيَّةٌ – وَحْشِيَّةٌ).[4]
1.     Isim Marrah (اسم المرة), yaitu Mashdar yang menunjukkan kepada kejadian sesuatu sekali. Isim Marrah ber-Wazan (فَعْلَةً) apabila tiga huruf , dan ber-Wazan Mashdar dengan menambahkan Ta’ pada akhirnya apabila lebih dari tiga huruf. Contoh: (أَكَلْتُ أَكْلَةً) (ضَرَبْتُ ضَرْبَةً) (اِنْطَلَقَ اِنْطِلاَقَةً) (أَكْرَمْتُهُ إِكْرَامَةً).[5]
2.     Isim Hai’ah (اسم الهيئة), yaitu Mashdar yang menunjukkan kepada keadaan Fi’il ketika terjadi. Isim Hai’ah ber-Wazan  فِعْلَةً () apabila tiga huruf, dan tidak mempunyai bentuk yang baku untuk selain tiga huruf. Contoh: (نَظَرْتُ إِلَيْهِ نِظْرَةَ الْحَائِرِ) (جَلَسْتُ جِلْسَةَ الْعُلَمَاءِ).[6]
B.    Mashdar Sharih dan Mashdar Muawwal (المصدر الصريح والمؤول).Terkadang Mashdar disebutkan dengan lafaznya ketika dalam suatu kalimat. Kemudian dinamakan Mashdar Sharih (sebagimana dalam contoh-contoh yang lalu). Terkadang juga tidak disebutkan dengan lafaznya, tetapi bisa dipahami dari susunan kalimat. Ketika itu dinamakan Mashdar Muawwal. Mashdar Muawwal terdiri dari:
1.     An dan Fi’il (أَنْ + فِعْل). Contoh: (أُرِيْدُ أَنْ أُقَابِلَكَ)[7] asalnya adalah (أُرِيْدُ مُقَابَلَتَكَ).
2.     Maa dan Fi’il (مَا + فِعْل). Contoh: (يَسُرُّنِيْ مَا عَمِلْتَ)[8] asalnya adalah (يَسُرُّنِيْ عَمَلُكَ).
3.     Anna dan Jumlah Ismiyyah (أَنَّ + اِسْمُهَا+خَبَرُهَا). Contoh: (هَدَفَهُ أَنَّهُ يَنْجَحُ فِيْ الْاِمْتِحَانِ)[9]asalnya adalah (هَدَفَهُ نَجَاحُهُ فِيْ الْاِمْتِحَانِ).

9.4. AMAL-NYA MASHDAR (عمل المصدر)
Mashdar bisa beramal seperti amal Fi’il-nya, yaitu me-rafa’-kan Fa’il atau me-nashab-kan Maf’ul Bih. Mashdar ini bisa beramal seperti Fi’il pada dua tempat:
A.     Ketika menggantikan Fi’il.Contoh: (تَرْكًا الْإِهْمَالَ) artinya (اُتْرُكِ الْإِهْمَالَ).[10](الْإِهْمَالَ) adalah Maf’ul Bih bagi Mashdar dan manshub dengan Fathah.
B.    Ketika bisa disiratkan oleh (أَنْ+فِعْل) atau (مَا+فِعْل). Contoh: (عَجِبْتُ مِنْ شُرْبِ زَيْدٍ الْعَسَلَ).[11]Kita juga bisa meletakkan (أَنْ+فِعْل) pada posisi Mashdar kemudian kita katakan (عَجِبْتُ مِنْ أَنْ يَشْرَبَ زَيْدٌ الْعَسَلَ). Kata (الْعَسَلَ) di-i’rab sebagai Maf’ul Bih bagi Mashdar.
C.     Seringkali Mashdar di-idhafah-kan kepada Fa’il-nya dan setelahnya adalah Maf’ul Bih manshub, sebagaimana pada contoh yang telah lewat. Secara lafaz, Fa’il-nya majrur sedangkan sedangkan secara kedudukan Fa’il-nya marfu’. (عَجِبْتُ) adalah Fi’il Madhi Mabni, Ta’ adalah Fa’il, (مِنْ) adalah huruf jar, (شُرْبِ) adalah Mashdar majrur dengan (زَيْدٍ). (مِنْ) adalah Fa’il bagi Mashdar. Kata (شُرْبِ) adalah majrur secara lafaz namun marfu’ secara kedudukan. (الْعَسَلَ) adalah Maf’ul Bih bagi Mashdar, manshub dengan tanda Fathah.


[1] Mengungkapkan suatu pendapat secara lisan.
[2] Sungguh perkataannya mempunyai pengaruh yang bagus.
[3] Aku katakan padanya: sampai jumpa.
[4] Kemanusiaan/perserikatan/kemardekaan/kebangsaan/ pertanggungjawaban/ kebuasan.
[5] Aku makan sekali/Aku memukul satu kali/Dia pergi sekali/Aku memuliakannya satu kali.
[6] Aku melihatnya dengan penglihatan yang ragu/Aku duduk seperti duduknya ulama.
[7] Aku ingin bertemu dengan kamu.
[8] Apa yang engkau kerjakan menyenangkanku.
[9] Tujuannya adalah untuk lulus di ujian.
[10] Tinggalkan kesia-siaan.
[11] Aku kagum kepada minum madunya Zaid.



PEMBAHASAN ILMU SHARAF TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)

########## 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########