Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Nahwu (Bab Al-Istifham)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah


BAB 34 : AL-ISTISHAM (الاستفهام)

34.1. PENGERTIAN (تعريف الاستفهام)
                Istifham(Kata Tanya) dalam Bahasa Arab. Secara bahasa bermakna minta untuk diberitahukan. Secara istilah adalah mengharapkan untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui sebelumnya, dengan adawat (alat-alat) tertentu. Isim-isim istifham semuanya mabni (kecuali أَيّ ) di-i’rab sesuai kedudukannya dalam kalimat.

34.2. HURUF ISTIFHAM (حروف الاستفهام)
A.     Huruf (هل) digunakan untuk menanyakan kandungan kalimat yang posistif, jawabnya dengan (نَعَمْ) ketika positif dan (لا) ketika negatif atau untuk tashdiq (pembenaran nisbat/konfirmasi) saja. Contoh: (هَلْ قَرَأْتَ هذَا الكِتَابَ؟)
1.     Dinamakan Basithah jika dipakai untuk mempertanyakan adanya sesuatu dalam zatnya.Contoh: (هَلِ العَنْقَاءُ موجودةٌ؟)
2.     Dinamakan Murakkab jika dipakai untuk mempertanyakan adanya sesuatu di dalam sesuatu. Contoh: (هلْ تَبِيضُ العَنْقَاءُ وتُفْرِخُ؟)
B.    Huruf (أ)digunakan untuk menuntut tashawwur (penggambaran/konsepsi) dan tashdiq (pembenaran nisbat/konfirmasi). Ada tiga macam:
1.     Untuk menuntut kepastian salah satu dari dua perkara, setelahnya (أم) mu’adilah. Jawabannya dengan memastikan yang ditanyakan. Contoh: (أَرَأَيتَ مُحَمَّدًا أَمْ عَلِيًا؟)
2.     Sama seperti (هَلْ), digunakan untuk menanyakan kandungan kalimat positif dan jawabannya (نَعَمْ) atau (لا). Contoh: (أَقَرَأْتَ هذَا الكِتَابَ؟)
3.     Masuk ke nafi, yaitu digunakan untuk menanyakan kandungan kalimat negatif. Jawabannya (بَلَى) ketika positif dan (نَعَمْ) ketika negatif.Contoh: (أَلَمْ تَقْرَأْ هذَا الكِتَابَ؟)
Contoh-contoh penggunaan huruf (أ):
1.     Tentang musnad ilaih. Contoh: (أَأَنْتَ فعلْتَ هذا أَمْ يُوسفُ؟)
2.     Tentang musnad.Contoh: (أَرَاغِبٌ أنتَ عن الأمْرِ أَمْ راغبٌ فيه؟)
3.     Tentang maf’ul.Contoh: (أَإِيَّايَ تَقْصِدُ أَمْ خالدًا؟)
4.    Tentang haal.Contoh: (أراكبًا جئتَ أَمْ ماشيًا؟)
5.     Tentang zharaf.Contoh: (أيومَ الخميسِ قَدِمْتَ أَمْ يومَ الجمُعَةِ؟)

34.3. ISIM ISTIFHAM (أسماء الاستفهام)
A.     Isim (مَنْ). Digunakan untuk yang berakal.Contoh: (مَنْ رَفَعَ الْعَلَمَ عَلَى الْأَرْضِ الْمُحَرَّرَةِ؟)
B.    Isim (ما). Digunakan untuk yang tidak berakal. Contoh: (مَا هِيَ القَصَصُ الَّتِي قَرَأْتَهَا؟)
C.     Isim (مَتَى). Digunakan untuk menanyakan waktu. Contoh: (مَتَى حَضَرْتَ؟)
D.    Isim (أَينَ). Digunakan untuk menanyakan tempat. Contoh: (أَينَ تَقَعُ الزَّقَازِيقُ؟)
E.     Isim (كَمْ). Digunakan untuk menanyakan bilangan. Contoh: (كَمْ كِتَابًا قَرَأْتَ؟)
F.     Isim (كَيفَ). Digunakan untuk menanyakan keadaan. Contoh: (كَيفَ جَاءَ زَيدٌ؟)
G.    Isim (أَيُّ). Sesuai mudhaf ilaih-nya. Contoh: (أَيُّ طَالِبٍ نَجَحَ؟)
H.    Isim (أيان). Digunakan untuk menanyakan waktu yang akan datang secara khusus, akankah. Contoh: (يَسْئَلُوْنَ أيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِ)
I.      Isim (أنَّى) memiliki tiga makna:
1.     Kaifa ( كَيفَ ) : Bagaimana … ? Contoh: (ألَمْ تَرَى إلَى الَّذِيْنَ يُجَادِلُوْنَ فِي ءَايَاتِ اللهِ أنَّى يُصْرَفُوْنَ
2.     Mataa ( مَتَى ) : Kapan … ? Contoh: (أنَّى يَرْجِعُ الـمُسَافِرُوْنَ ؟)
3.     Min aina ( مِنْ أيْنَ ) : Dari Mana … ? Contoh: (قَالَ يا مَرْيَمُ أنّى لَكِ هَذَا)

34.4. KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA (الشروط والضوابط الأخرى)
A.     Perangkat-perangkat istifham selalu berada di awal kalimat(sebagaimana pada contoh-contoh yang telah lewat) dan tidak boleh didahului kecuali oleh huruf jar atau mudhaf. Contoh: (مِنْ أَينَ لَكَ هذَا؟) (مَنْزِلُ مَنْ؟)
B.    Apabila huruf jar masuk ke isim istifham (مَا), maka alif-nya dihapus.Contoh: (بِمَ ولِمَ وعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ؟)
C.     Seringkali ditambahkan kata (ذَا) setelah (مَنْ) dan (مَا). Pada kondisi demikian kata (ذَا) bersama isim istifham dianggap sebagai satu kesatuan kata. Contoh: (مَنْ ذَا عِنْدَكَ؟) (مَاذَا قَرَأْتَ؟)
D.    Terkadang kata (الَّذِي) diletakkan setelah (مَنْ ذَا) dan (مَاذَا).Pada keadaan seperti ini (الَّذِي) di-i’rab sebagai khabar mubtada’ dan kalimat setelahnya sebagai shilah maushul. Contoh: (مَنْ ذَا الَّذِي جَاءَ؟)




PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)


##########
 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########