Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya
BAB 24 : AL-MAF’UL AL-MUTHLAQ (المفعول المطلق)
24.1. PENGERTIAN (تعريف المفعول المطلق)
Maf’ul Muthlaq ialah isim manshub atau kata benda yang dibaca nashab yang berada pada urutan yang ketiga dari tashrif-nya fi’il.
24.2. AMIL YANG ME-NASHAB-KAN MAF’UL MUTHLAQ (العامل ينصب المفعول المطلق)
A. Fi’il Tamm yang Mutasharrif. Contoh: (وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا)
B. Isim Mashdar.Contoh: (فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْجَزَاءً مَوْفُورًا)
C. Isim Sifat.Contoh: (وَالصَّافَّاتِ صَفًّا)
24.3. KEADAAN-KEADAAN MAF’UL MUTHLAQ (أحوال المفعول المطلق)
A. Untuk menegaskan sebuah perbuatan/taukid (لتوكيد الفعل).Contoh: (حَفِظْتُ الدَّرْسَ حِفْظًا). Kata (حِفْظًا) adalah isim yang dibaca nashab dengan fathah sebab isim mufrad, dan ia menjadi maf'ul muthlaq. Kata tersebut bertugas untuk menegaskan perbuatan. Jika kita perhatikan baik-baik bentuk katanya, maf’ul mutlaq adalah isim yang berasal dari lafaz fi’il-nya, dalam ilmu sharaf disebut isim mashdar. Sehingga untuk menciptakan maf’ul bih sebuah fi’il, dengan teknik mengganti fi’il itu menjadi isim mashdar.
B. Untuk menyatakan bilangan/jumlah perbuatan (لبيان العدد). Contoh: (ضَرَبْتُهُ ضَرْبَةً). Kata (ضَرْبَةً) adalah isim manshub dengan fathah, sebab isim mufrad, sebagai maf'ul mutlaq. Pada kalimat ini, maf’ul mutlaq bermanfaat sebagai penjelas bilangan dari perbuatan. Jika anda belajar ilmu sharaf, anda akan temukan format isim masdar yang lebih dari satu, laksana halnya pada misal di atas. Kata (ضرب) dapat memiliki isim masdar yang lebih dari satu, dan pemakaiannya bermacam-macam, terdapat yang guna sebagai penjelas tindakan atau untuk menyatakan bilangan, sampai-sampai untuk dapat menyusun suatu kalimat yang memiliki maf’ul mutlaq, maka butuh adanya pengetahuan mengenai bentuk-bentuk isim masdar dari sebuah fi’il.
C. Untuk menyatakan jenis/sifat (لبيان النوع). Contoh: (مَنْ خَرَجَ مِنْ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً). Pada kalimat di atas ada kata (مِيتَةً) yang dibaca nashab. Kata itu adalah maf’ul muthlaq karena bermanfaat sebagai penjelas jenis dari fi’il yang digunakan yakni (مَاتَ). Pada situasi ini, maf’ul muthlaq mesti dibuntuti oleh na’at. Sehingga maf’ul muthlaq yang bermanfaat untuk menyatakan jenis/sifat fi’il mesti dibuntuti oleh na’at/sifat atau disandarkan ke isim yang lainnya.
24.4. MACAM-MACAM MAF’UL MUTHLAQ (أنواع المفعول المطلق)
A. MASHDAR LAFZI (المصدر اللفظي), yaitu bilamana lafaznya mashdar sesuai dengan lafaznya fi’il. Contoh: (قَتَلْتُهُ قَتْلاً). Lafaz (قَتْلاً) adalah mashdar yang menjadi maf’ul muthlaq, lafaznya mirip dengan lafaz fi’il-nya yakni (قَتَلَ), maka disebut mashdar lafdzi.
B. MASHDAR MAKNAWI (المصدر المعنوي), yaitu bilamana mashdar sesuai dengan artinya fi’il, tetapi tidak sesuai dalam lafaznya. Contoh: (جَلَسْتُ قُعُوْدًا). Mashdar (قُعُوْدًا) yang menjadi maf’ul muthlaq, artinya sama dengan artinya fi’il-nya, lafaz (جَلَسْتُ) (maknanya duduk), tetapi tidak sama dalam lafaznya, oleh sebab itu disebut mashdar maknawi.
24.5. HUKUM MAF’UL MUTHLAQ (أحكام المفعول المطلق)
A. Wajib dibaca nashab. Contoh: (رأيتُهُ مُسرعاً إسراعاً عظيماً)
B. Wajib jatuh sesudah amil-nya andai untuk menguatkan. Apabila untuk menyatakan jenis atau bilangannya maka boleh jatuh sesudah atau sebelumnya. Contoh: (اجتهدتَ اجتهاداً حسَناً)
C. Amil Maf’ul Muthlaq boleh dibuang, andai maf’ul muthlaq tersebut menyatakan jenis atau bilangannya dan pun ada qarinah/hubungan yang mengindikasikan amil tersebut. Dalam artian menjadi jawaban dari suatu pertanyaan. Contoh: (اجتهاداً حسَناً)
24.6. PENGGANTI MASHDAR PADA MAF’UL MUTHLAQ (نيابة المصدر للمفعول المطلق)
A. Pengganti mashdar yang menjelaskan macamnya amil ada tiga belas, yaitu:
1. Kuliyyah, yaitu lafaz yang menunjukkan keseluruhan mashdar. Contoh: (جِدَّ كُلَّ الجِدِّ).
2. Ba’dhiyyah, yaitu lafaz yang menunjukkan sebagian mashdar. Contoh: (ضَرَبْتُ زَيْدًا بَعْضَ الضَرْبِ).
3. Macamnya mashdar. Contoh: (رَجَعْتُ القَهْقَرَى).
4. Sifatnya mashdar. Contoh: (سِرْتُ أَحْسَنَ السَيْرِ).
5. Keadaan mashdar/Hai’ah. Contoh: (يَمُوْتُ الكَافِرُ مَيْتَةَ سُوْءٍ).
6. Lafaz yang muradhif/menyamai makna dengan mashdar. Contoh: (اِفْرَحِ الجَذَلَ) (قَعَدْتُ جُلُوْسًا).
7. Dhamir yang kembali pada mashdar. Contoh: (ضَرَبْتُهُ زَيْدًا) taqdir-nya (ضَرَبْتُ الضَرْبَ زَيْدًا).
8. Isim isyarah yang di-idhafah-kan pada mashdar. Contoh: (ضَرَبْتُهُ ذَلِكَ الضَرْبَ).
9. Waktunya mashdar. Contoh: (أَلَمْ تَغْتَمِضْ عَيْنَاكَ لَيْلَةَ أَرْمَدَ).
10. Lafaz (ما الاستفهامية). Contoh: (مَا تَضْرِبُ زَيْدًا).
11. Lafaz (ما الشرطية). Contoh: (مَا شِئْتَ فَأَجْلِسْ)
12. Alatnya mashdar.Contoh: (ضَرَبْتُهُ سَوْطًا).
13. Hitungannya mashdar.Contoh: (ضَرَبْتُ زَيْدًا ثَلَاثَ ضَرْبَةٍ).
B. Pengganti mashdar untuk men-taukid-kan amilnya ada tiga, yaitu: (1) Lafaz yang muradhif dengan mashdar. Contoh: (اِفْرَحْ جَذَلًا); (2) Lafaz yang bertemu dengan isytiqaq mashdarnya. Contoh: (تَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيْلًا); (3) Isim mashdar. Contoh: (تَوَضَّأَ وُضُوْءًا).
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

