Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy
BAB 2 : PEMBAGIAN FI’IL BERDASARKAN TASHRIF-NYA
(أقسام الفعل من حيث جموده وتصرّفه)
2.1. FI’IL JAMID (الفعل الجامد)
Fi’il Jamid adalah fi'il yang tidak bisa diubah ke fi'il lain, hanya memiliki satu bentuk shighah. Baik hanya berbentuk Fi’il Madhi saja. atau hanya berbentuk Fi’il Amar saja. Atau ada hanya berbentuk Fi’il Mudhari’ saja tapi jarang. Contohnya yaitu:
A. Fi'il yang selalu dalam keadaan Fi'il Madhi. Contoh:
1. Saudara (كَانَ) = (لَيْسَ - مَا دَامَ).
2. Fi’il Muqarabah = (كرب).
3. Fi’il Raja’ = (عَسَى – حَرَى - اخْلَوْلَقَ).
4. Fi’il memuji atau mencela = (نِعْمَ – حَبَذَا – بِئْسَ - سَاءَ).
5. Fi’il Istitsna = (خَلَا – عَدَا - حَاشَا).
6. Fi’il Syuru’ = (أَخَذَ – جَعَلَ – عَلَقَ - أَنْشَأَ).
7. Fi’il (هَدَّ) dalam perkataan mereka (هَذَا رَجُلٌ هَدَّكَ مِنْ رَجُلٍ) yang artinya (كَفَاكَ مِنْ رَجُلٍ). Lafal itu bisa di-tatsniyyah-kan, di-jamak-kan, di-mudzakar-kan dan di-mu’annats-kan, seperti (هَذَا رَجُلٌ هَدَّكَ مِنْ رَجُلٍ) dan (هَذِهِ امْرَأَةٌ هَدَّتْكَ مِنِ امْرَأَةٍ), seperti kita mengucapkan (كَفَاكَ) dan (كَفَّتْكَ).
8. Fi’il (قَلَّ) untuk murni nafi, sehingga dia bisa me-rafa’-kan fa’il yang dibarengi dengan sifat yang sesuai dengannya. Contoh: (قَلَّ رَجُلٌ يَفْعَلُ ذَلِكَ) dan (قَلَّ رَجُلاَنِ يَفْعَلاَنِ ذَلِكَ) dengan makna (ماَ رَجُلٌ يَفْعَلُ ذَلِكَ). Ketika (قَلَّ) bertemu dengan (مَا) zaidah, maka dia akan tercegah dari beramal, sehingga tidaklah menyandingi dia melainkan fa’il dan dia tidak mempunyai fa’il, karena dia diberlakukan sebagai huruf nafi, seperti (قَلَّماَ فَعَلْتُ هَذَا) dan (قَلَّمَا أَفْعَلُهُ) yang artinya (مَا فَعَلْتُ) dan (لاَ أَفْعَلُ). Disamakan dengan (قَلَّماَ), dalam hal tidak bisa di-tashrif, adalah (طَالَماَ), (كَثُرَ ماَ), (قَصُرَ ماَ) dan (شَدَّ ماَ), karena (مَا) pada lafal-lafal tersebut adalah zaidah untuk taukid yang bisa mencegahnya dari beramal, sehingga semuanya tidak mempunyai fa’il dan tidaklah menyandinginya melainkan fi’il.
9. Fi’il (كَذَبَ) yang untuk memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu dan yang diinginkan dengannya adalah perintah dengan sesuatu itu, menetapinya dan melakukannya, tidak untuk mengabarkannya, seperti (كَذَبَكَ الأَمْرُ) dan (كَذَبَ عَلَيْكَ) dengan arti (عَلَيْكَ بِهِ فَالْزَمْهُ وَ ائْتِهِ).
10. Lafaz perkataan mereka (سُقِطَ فِي يَدِهِ) dengan makna (نَدِمَ), (تَحَيَّرَ), (زَلَّ) dan (أَخْطَأَ). Lafal itu menetapi bentuk madhi mabni majhul. Allah Ta’ala berfirman, (وَ لَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيْهِمْ). Namun, terkadang diucapkan (سَقَطَ فِي يَدِهِ) dengan di-mabni-kan ma’lum.
B. Fi'il yang senantiasa Fi'il Amr. Contoh: (تَعَلَّمْ – هَبْ – تَعَالَ - هَاتِ).
C. Fi’il yang hanya memiliki bentuk Fi’il Mudhari’ saja. Contoh: (يَهْبِطُ) artinya, “Memekik, mengerang/berteriak karena takut.”
2.2. FI’IL MUTASHARRIF (الفعل المتصرف)
Fi’il Mutasharrif adalah fi'il yang bisa diubah menjadi fi'il lain. Fi'il ini terbagi dua yaitu:
A. Mutasharrif Naqish (المتصرف الناقص), yaitu:
1. Ada yang berbentuk shighat Madhi dan Mudhari’ saja. Contoh: (كَادَ يَكَادُ - أَوشَكَ يُوشِكُ - مَا زَالَ مَا يَزَالُ - مَا انْفَكَّ مَا يَنْفَكُّ - مَا بَرِحَ مَا يَبْرَحُ).
2. Shighah Mudhari’ dan Fi’il Amr. Contoh: (يَدَعُ دَعْ - يَذَرُ ذَرْ).
B. Mutasharrif Tam (المتصرف التام), yaitu berubah menjadi Fi'il Madhi, Fi'il Mudhari’ dan Fi'il Amr. Fi’il ini yang paling banyak tentunya dibandingkan dengan Fi’il lainnya.
1. Fi’il Madhi merupakan bentuk dasar dari kata dalam bahasa Arab. Ciri dari Fi’il Madhi adalah diFathahkan huruf akhirnya kecuali jika Fa’il-nya dhamir tertentu. Contoh Fi’il Madhi: (قَرَأَ – عَلِمَ – قَاتَلَ – اِنْكَسَرَ – اِسْتَشْفَى - تَجَلْبَبَ).
2. Fi’il Mudhari. Cara mengubah Fi’il Madhi menjadi bentuk Mudhari’ adalah:
i. Menambahkan salah satu huruf mudhara’ahyaitu Alif, Nun, Ya’ dan Ta’ yang dikumpulkan dalam kata (أَنَيْتُ). Contoh: (ضَرَبَ ← يَضْرِبُ) (عَلَّمَ ← يُعَلِّمُ).
ii. Pada Fi’il Tsulatsimaka di-fathah-kan huruf mudhara’ah-nya, di-Sukun-kan Fa’-nya dan berharakat ‘Ain-nya. Contoh: (عَلِمَ ← يَعْلَمُ) (دَخَلَ ← يَدْخُلُ).
iii. Sedangkan apabila Fi’il Madhi-nya terdiri dari 4 huruf maka di-dhammah-kan huruf mudhara’ah-nya dan kasrah ‘Ain-nya. Contoh: (أَخْرَجَ ← يُحْرِجُ) (وَسْوَسَ ← يُوَسْوِسُ).
iv. Apabila pada Fi’il Madhi terdapat hamzah tambahan maka pada bentuk Mudhari’ dibuang hamzahnya. Contoh: (أَدْخَلَ ← يُدْخِلُ) (اِسْتَغْفَرَ ← يَسْتَغْفِرُ).
v. Apabila pada bentuk Madhi diawali Ta’ tambahan maka Fa’ dan ainnya di-fathah-kan. Contoh: (تَبَاعَدَ ← يَتَبَاعَدُ) (تَدَحْرَجَ ← يَتَدَحْرَجُ).
vi. Apabila pada bentuk Madhi diawali Ta’ tambahan maka Fa’ dan ainnya di-fathah-kan. Contoh: (اِجْتَمَعَ ← يَجْتَمِعُ) (اِسْتَخْرَجَ ← يَسْتَخْرِجُ).
3. Fi’il Amr. Cara membentuk Fi’il Amr adalah:
i. Dengan membuang huruf mudhara’ah dan di-Sukun-kan huruf akhirnya. Contoh: (يُعَلِّمُ ← عَلِّمْ) (يُبَاعِدُ ← بَاعِدْ) (يَتَكَلَّمُ ← تَكَلَّمْ).
ii. Apabila setelah dibuang huruf mudhara’ah dan Fa’ Fi’il-nya Sukun maka ditambah hamzah. Contoh: (يَعْلَمُ ← اِعْلَمْ) (يُحْرِجُ ← أَخْرِجْ) (يَسْتَغْفِرُ ← اِسْتَغْفِرْ).
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

