Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya
BAB 45 : HURUF NASHAB & JAZM (حروف النصب والجزم)
45.1. PENGERTIAN (تعريف حروف النصب والجزم)
Huruf Nawashibadalah huruf- huruf yang membuat fi’il Mudhari’ menjadi manshub. Sedangkan Huruf Jawazim adalah huruf yang men-jazm-kan fi’il Mudhari’. Fi’il Mudhari juga dijazmkan apabila berkedudukan jawab dari amar. Maksudnya jumlah syaratnya ada fi’il amarnya, maka apabila di jumlah jawab ada fi’il mudhari maka harus dijazmkan. Contoh: (فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ)[14]
45.2. I’RAB AMIL JAWAZIM (علامات عوامل الجوازم)
A. Sukun, pada fi’il mudhari yang huruf akhirnya shahih. Contoh: (لَمْ اَكُنْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ)
B. Membuang huruf,pada fi’il mudhari yang diakhiri huruf nun atau huruf ilat. Contoh: (لَمْ تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ) (لَا تَخْشَ)
45.3. MACAM-MACAM HURUF NAWASHIB (أنواع حروف النواصب)
A. Huruf (أَنْ المصدرية), yang tidak mempunyai arti khusus, dan berfungsi sebagai pemisah dua kata kerja. Termasuk Amil Nashab yg paling kuat, sebab dapat beramal baik secara Zhahir maupun Taqdir. Contoh: (أَرْجُوْ أَنْ تَجْتَهِدَ فِي الدِّرَاسَةِ).[15]Huruf (أَنْ) yang diawali dengan kata yang menunjukkan makna zhann/rujhaan, seperti (ظَنَّ) (خَالَ) (حَسِبَ) dan lain-lain. Contoh: (وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ).[16]Huruf (أَنْ) yang tidak diawali kata dengan makna yakin ataupun zhan, tetapi menjadi kata yang menunjukkan keraguan, harapan atau keinginan. Huruf An juga masuk pada Fi’il Madhi ataupun Fi’il Amar, tetapi tidak memberi bekas i’rab pada kedua fi’il tersebut. Contoh: (أَرْجُوْ أَنْ يَنْتَصِرَ الحَقَّ) (وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ).[17]Contoh yang masuk pada Fi’il Madhi: (لَوْلَا أَنْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا).[18]Contoh yang masuk pada Fi’il Amr: (أَنِ اعْمَلْ سَابِغَاتٍ).[19]Macam-macam huruf (أَنْ):
1. Huruf An Mukhaffafah (أَنْ المُخَفَّفَة) yang diawali dengan kata yang menunjukkan makna yakin, seperti (عَلِمَ) dan lain-lain. Huruf (أَنْ) disini disebut An Mukhaffafah dari Anna. Maka (أَنْ) memiliki tiga hukum, yaitu: isimnya berupa Dhamir Syaen yang terbuang, Fi’il Mudhari’ yang ada setelahnya tetap rafa’ dan umumnya ada Fasl/pemisah antara Fi’il Mudhari’ dan An. Pemisahan ini bertujuan untuk membedakan antara An Mukhaffafah dan An Mashdariyyah. Contoh: (أَيْقَنْتُ أَنْ سَيَنْدَمُ الظَالِمُوْنَ) (عَلِمَ أَنْ سَيَكُونُ مِنْكُمْ مَرْضَى).[20]
2. Huruf An Mufassirah (أَنْ المُفَسِّرَة) digunakan sebagai penafsiran atau penerangan kalam sebelumnya, yang bermakna Ay Mufassirah (Artinya/Tafsirannya/Yakni). Contoh: (إِذْ أَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّكَ مَا يُوحَى, أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ).[21]
3. Huruf An Zaidah (أَنْ الزَائِدَة),yaitu jatuh setelah lafaz Amma (أما) yang bermakna ketika/tatkala (حين). Contoh: (فَلَمَّا أَن جَاء الْبَشِيرُ) (وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ). Atau bersambung dengan Lau (لو), contoh: (وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا).[22]
B. Huruf (لَنْ النافية), adalah huruf Nafi Mustaqbal berfungsi meniadakan peristiwa/pekerjaan akan datang, yakni apabila masuk pada Fi’il Mudhari’ maka tertentu pada zaman Istiqbal (akan datang). Contoh: (لَنْ يَنْجَحَ الْكَسُوْلُ)[23]. Terkadang pada huruf tersebut dimasuki Hamzah Istifham yg berfaidah ingkar. Contoh: (أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ)[24].
C. Huruf (إذَنْ المصدرية), artinya jika demikian/kalau begitu. Contoh: (سَأَزُوْرُكَ غَدًا، إِذَنْ أَنْتَظِرَكَ)[25]
D. Huruf (كَيْ المصدرية), artinya supaya. Contoh: (اِجْتَهِدْ كَيْ تَنْجَحَ). Termasuk dari huruf Mashdariyah, tanda Kay Masdariyah disini adalah diawali dengan Lam Ta’lil (lam yg berfungsi sebagai penjelasan/alasan/agar), contoh: (تَعَلَّمْ لِكَيْ تَفِيْدَ وَتَسْتَفِيْدَ). Contoh mengakhirkan Lam: (جِئْتُ كَيْ لِأَتَعَلَّمَ). Contoh setelahnya ada huruf An: (جِءْتُ كَيْ أَنْ أَتَعَلَّمَ).[26]
E. Huruf (لاَمُ كَيْ), artinya supaya/untuk. Contoh: (أَتَعَلَّمُ اللُّغَةَ الْعَرَبِيَّةَ لِأَفْهَمَ الْقُرْآنَ)[27]
F. Huruf (لاَمُ الجُحُوْدِ), yang tidak mempunyai arti khusus, dan berfungsi untuk menyangkal. Contoh: (لَمْ يَكُنِ اللهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ) (مَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ)[28]
G. Huruf (حَتَّى), artinya sehingga/sampai pada. Contoh: (حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللهِ) (حَتَّى يَرْجِعَ)[29]
H. Huruf (فَــ), artinya sehingga. Syarat fa’ menashabkan fi’il mudhari’ ada dua:
1. Fa’ sababiyah yakni kalimat setelah fa’ jadi akibat kaimat sebelumnya. Contoh: (اِجْتَهِدْ فِيْ الدَّرْسِ فَتَنْجَحَ)[30]
I. Huruf Jawab (وَ), artinya dan, syaratnya sama dengan jawab dengan fa’ serta harus bermakna (مَعَ). Contoh: (لَا تَنْهَ عَنْ خُلُقٍ وَ تَأْتِيَ مِثْلَهُ).[32]
J. Huruf Jawab (أَوْ), artinya atau, syaratnya harus:
45.4. MACAM-MACAM HURUF JAWAZIM (أنواع حروف الجوازم)
A. Huruf (لَمْ),artinya tidak dan untuk menafikan sesuatu yang telah lalu dan bisa sampai zaman akan datang. Contoh: (لَمْ أَفْهَمْدَرْسَ الأَمْسِ يَا أُسْتَاذُ)[35]
B. Huruf (لَمَّا), artinya belum. Digunakan untuk menafikan suatu keadaan dari dahulu sampai dikatakan pernyataan tersebut. Contoh: (لَمَّا أَحْفَظْ سُوْرَةَ الْكَهْفِ)[36]
C. Huruf (أَلَمْ), artinya bukankah. Contoh: (أَلَمْ تَعْلَمْ أنَّ الاِخْتِبَارَ فِي الأُسْبُوْعِ الْقَادِمِ ؟)[37]
D. Huruf (أَلَمَّا), artinya belumkah atau apakah belum. Contoh: (ألَمَّا تَذْهَبْ إِلَى الْجَامِعَةِ ؟)[38]
E. Huruf (لَا),artinya jangan. disandingkan dengan fi’il mudhari dengan fa’il mukhathab. Contoh: (لَا تَتَأَخَّرْ كَثِيْرًا يَا مَحْمُوْدُ !)[39]
F. Huruf (ل), artinya hendaknya. Disandingkan fi’il mudhari dengan fa’il dhamir ghaib. Contoh: (فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ)[40]
G. Huruf (إِنْ), artinya jika. Contoh: (وَإِنْ تُبْدُوْامَا فِيْ أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ)[41]
H. Huruf (مَا), artinya tidaklah. Contoh: (مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا)[42]
J. Huruf (مَهْمَا), artinya setiap kali. Contoh: (وَقَالُوْا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ آيَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ)[44]
L. Huruf (أَيُّ), artinya mana saja. Contoh: (أَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى)[46]
O. Huruf (أَيَّانَ), artinya jika, bila mana. Contoh: (أَيَّانَ يَكْثُرْ فَرَاغُ الشَّبَابِ يَكْثُرْفَسَادُهُمْ)[49]
Q. Huruf (حَيْثُمَا), artinya di mana saja. Contoh: (حَيْثُمَا تَجِدْ صِدِّيْقًا وَفِيًا تَجِدْكَنْزًا ثَمِيْنًا)[51]
[6] Dan hendaklah takut pada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka kuatir terhadap (kesejahteraan)nya.
[9] Jikalau Khalid datang besok, maka saya tidak jadi pergi/ Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.
[15] Saya berharap bahwa kamu mau sungguh-sungguh dalam belajar.
[17] Aku berharap yang benar akan menang/Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.
[18] Kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula).
[20] Aku meyakini bahwa orang-orang yg zalim pasti akan menyesal/Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit.
[21] Yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang diilhamkan, Yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil).”
[22] Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu/Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka/Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).
[23] Pemalas tidak akan pernah sukses.
[24] “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
[25] Besok saya akan mengunjungimu, kalau begitu saya tunggu kamu.
[26]Bersungguh-sungguhlah supaya kamu sukses/Belajarlah agar supaya kamu dapat memberi manfa’at dan mengambil manfaat/Aku datang untuk belajar/Aku datang untuk belajar.
[27] Saya belajar bahasa Arab agar paham Al-Qur’an.
[31] Ya Tuhanku berikanlah aku taufik maka aku akan beramal shalih.
[34] Sungguh aku akan membunuh orang kafir kecuali dia menyerah.
[37]Tidakkah kamu tahu bahwa ujian itu pekan depan?
[38]Belumkah kamu berangkat ke Kampus?
[39] Jangan terlambat terus wahai Mahmud!
[41] Jika kalian nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu.
[42]Tidaklah Kami membatalkan suatu ayat atau Kami Hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya.
[43] Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
[44] Dan mereka berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu.”
[46] Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia Mempunyai nama-nama yang terbaik (Asma-ul Husna).
[52]Bagaimana pun keadaanmu, aku mencintaimu.
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

