Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Nahwu (Bab Huruf Lau)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah



BAB 44 : HURUF LAU (لو)

44.1. PENGERTIAN (تعريف حرف لو)
                Huruf (لو) adalah huruf syarat yang masuk pada fi’il madhi, dan jarang sekali masuk pada fi’il yang menunjukkan zaman mustaqbal.

44.2. PEMBAGIAN HURUF LAU (أقسام حرف لو)
A.     Lau Urdhiyyah (لو العرضية)yaitu Lau yang digunakan menunjukkan makna mencinta melakukan pekerjaan dengan cara yang halus/sendirian. Contoh: (لَوْ تَنْزِلْ عِنْدَنَا فَتُصِيْبَ خَيْرًا).[1]
B.    Lau Tamaniyyah (لو التمنية)yaitu Lau yang digunakan untuk menunjukkan makna mengharapkan sesuatu yang mustahil atau langka wujudnya. Contoh: (فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ المُؤْمِنِيْنَ).[2]
C.     Lau Mashdariyah (لو المصدرية)yaitu Lau yang digunakan sebagai huruf mashdar, tandanya adalah tempatnya bisa diganti dengan (أن المصدرية). Contoh: (وَدِدْتُ لَوْ قَامَ زَيْدٌ).[3]
D.    Lau Taqliliyah (لو التقليلية) yaitu Lau yang digunakan untuk menunjukkan makna sedikit. Contoh: (تَصَدَّقُوْا لَوْ بِظَلْفٍ مُحْرَقٍ).[4]
E.     Lau Syarthiyyah (لو الشرطية)yaitu Lau yang digunakan sebagai adat syarat yang membutuhkan pada fi’il syarat dan jawab-nya syarat. Atau huruf yang menunjukkan makna tercegahnya suatu perkara (jawab) karena tercegahnya perkara lain (syarat). Huruf (لو الشرطية) jika lafaz setelahnya menunjukkan makna mustaqbal, maka searti dengan (إن الشرطية) yaitu digunakan untuk menggantungkan wujudnya arti yang terkandung pada jawab atas tercapainya arti yang terkandung dalam syarat pada zaman mustaqbal, hanya saja tidak bisa men-jazm-kan. Apabila lafaz setelah menunjukkan makna madhi, maka bermakna (لو الامتناعية) yaitu menggantungkan wujudnya jawab kepada wujudnya makna syarat dalam waktu yang telah lewat. Contoh:
1.     Masuk pada fi’il madhi. Contoh: (لَوْ قَامَ زَيْدٌ لَقُمْتُ).[5]
2.     Masuk pada fi’il yang menunjukkan zaman istiqbal.Contoh: (وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ).[6]
F.     Lau Syarthiyyah Imtina’iyyah (لو الشرطية الامتناعية).Berfungsi mengajukan Jawab di atas syarth yg dikemukakan. Demikian ini memastikan punya konteks pengelakan Syarth (As-Syarthiyah Al-Imtina’iyyah) sekalipun Syarth Imtina’iyah ini tidak terjadi pada kenyataannya. Sedangkan yg berbeda adalah pada dua sisi Jawabnya:
1.     Terkadang juga bersifat mengelak (Jawab Imtina’iyah). Ciri-cirinya adalah apabila Syarth yang dikemukakan merupakan satu-satunya sebab dari timbulnya Jawab. Contoh: (لَوْ كَانَتِ الشَمْسُ طَالِعَةً كَانَ النَهَارُ مَوْجُوْداً).[7]
2.     Terkadang tidak bersifat mengelak (Jawab Ghair Imtina’iyah).Ciri-cirinya adalah apabila Syarth yang dikemukakan bukanlah satu-satunya sebab timbulnya jawab, yakni Jawab bisa ditimbulkan oleh sebab lain bukan hanya oleh Syarth yg tercantum. Contoh: (لَوْ رَكِبَ المُسَافِرُ الطَائِرَةُ لَبَلَغَ غَايَتُهُ).[8]
G.    Lau Syarthiyyah Ghairu Imtina’iyyah. Berfaidah menggantungkan Jawab (akibat) di atas Syarth (sebab) yg kemungkinan bisa terjadi ataupun tidak terjadi pada masa akan datang (mustaqbal). Dengan demikian dapat diserupakan maknanya dengan In Syarthiyah (إن الشرطية) di dalam hal hubungan ta’liq antara Jawab dan Syarth. Dan di dalam hal bahwa masa pada jumlah Syarth dan Jawabnya adalah masa mustaqbal. Umumnya yg menjadi fi’il syarth dan fi’il jawab dari Lau Ghairu Imtina’iyah ini, keduanya berupa Fi’il Mudhari’. Contoh: (لَوْ يَقْدُمُ خَالِدٌ غَداً لَا أُسَافِرُ). Dan apabilah Fi’il yg mengiringi Lau Ghairu Imtina’iyah ini berupa Fi’il Madhi, maka harus ditakwil Mustaqbal. Contoh dalam Alqur’an: (وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ).[9]

44.3. SASARAN HURUF LAU (علامات حرف لو)
A.     Masuk pada fi’il. Contoh: (لَوْ قَامَ زَيْدٌ لَقُمْتُ).
B.    Masuk pada (أَنَّ) beserta mubtada’ dan khabar-nya. Contoh: (لَوْ أَنَّ زَيْدًا قَائِمٌ لَقُمْتُ).
C.     Masuk fi’il mudhari’ maka harus di-takwil-kan dengan fi’il madhi. Contoh: (لَوْ يَفِى كَفَى).[10]Takwil-nya: (لَوْ وَفَى). Fi’il Mudhari’ yang terletak setelah (لو الشرطية) yang harus di-takwil dengan fi’il madhi itu apabila dilakukan sebagai (لو الامتناعية) dan bila dilakukan searti dengan (إن الشرطية) maka tidak perlu di-takwil-kan. Huruf (لو الشرطية) baik yang bermakna (الامتناعية) atau bermakna (إن) membutuhkan jawab, yang berupa lafaz-lafaz berikut:
1.     Fi’il madhi yang di-nafi-kan (ما), baik bersama (لام الابتداء) yang hukumnya sedikit atau tidak bersama (لام الابتداء) banyak terjadi. Contoh: (لَوْ اِجْتَهَدَتْ لَمَا نَدِمْتَ/مَا نَدِمْتَ).[11]
2.     Fi’il madhi musbat, baik dengan (لام الابتداء) atau tidak.Contoh: (لَوْ اِجْتَهَدْتَ لَنَجَحْتَ).[12]
3.     Fi’il mudhari’ di-nafi-kan (لم) dan tidak dengan (لام الابتداء).Contoh: (لَوْ اِجْتَهَدْتَ لَمْ تَنْدَمْ).[13]

PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)


##########
 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########