Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy
BAB 7 : PEMBAGIAN FI’IL BERDASARKAN SUBJEKNYA
(أقسام الفعل من حيث فاعله)
7.1. FI’IL MABNI MA’LUM (الفعل المبني للمعلوم)
Fi’il Mabni Ma’lum adalah fi'il yang diketahui pelakunya. Contoh: (خَلَقَ اللهُ الْإِنْسَانَ ضَعِيْفًا) (يَكْتُبُ الْمُدَرِّسُ الدَّرْسَ) (أَعْطَى عَامِرٌ أَحْمَدَ طَعَامًا).[1]
7.2. FI’IL MABNI MAJHUL (الفعل المبني للمجهول)
Fi’il Mabni Majhul adalah fi’il yang dibuang Fa’ilnya dan Maf’ul Bih menempati Fa’il dan dinamakan Na’ibul Fa’il. Contoh: (يُكْتَبُ الدَّرْسُ).
7.3. MENGUBAH FI’IL MABNI MA’LUM MENJADI MABNI MAJHUL (التغيير من الفعل المبني للمعلوم إلى الفعل المبني للجهول)
A. Pada Fi’il Madhi di-kasrah-kan huruf kedua terakhir dan di-dhammah-kan huruf yang berharakat sebelumnya.Contoh: (ضَرَبَ ← ضُرِبَ) (تَسَلَّمَ ← تُسُلِّمَ) (اِسْتَغْفَرَ ← اُسْتُغْفِرَ).
B. Fi’il Madhi Ajwaf atau yang ‘Ain Fi’il-nya huruf illat maka ‘Ain Fi’il-nya diganti menjadi Ya’ Sukun dan di-kasrah-kan huruf sebelum Ya’. Contoh: (قَالَ ← قِيْلَ) (زَادَ ← زِيْدَ).
C. Fi’il Mudhari’ menjadi Mabni Majhul dengan di-dhammah-kan huruf pertamanya dan diFathahkan huruf kedua terakhir.Contoh: (يُكْرِمُ ← يُكْرَمُ) (يَجْتَمِعُ ← يُجْتَمَعُ) (يُعَلِّمُ ← يُعَلَّمُ).
D. Fi’il Mudhari’ yang huruf kedua terakhirnya adalah Wawu atau Ya’ maka ditukar menjadi alif.Contoh: (يَقُوْلُ ← يُقَالُ) (يَسْتَفِيْدُ ← يُسْتَفَادُ).
7.4. PERBEDAAN FI’IL MA’LUM DAN FI’IL MAJHUL (الفرق بين الفعل المبني للمعلوم والمجهول)
Perbedaan antara Fi’il Ma’lum dan Majhul dari segi lafaznya tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar lagi karena sudah dijelaskan sebelumnya. Dari segi makna Fi’il Ma’lum dan Majhul bisa disamakan dengan konsep kata kerja aktif dan pasif. Fi’il Ma’lum sama dengan kata kerja aktif dan Fi’il Majhul sama dengan kata kerja pasif yang apabila diterjemahkan biasanya diawali “di”. Mari kita telaah kedua kalimat berikut: (خَلَقَ اللهُ الْإِنْسَانَ ضَعِيْفًا) (خُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيْفًا).
Perlu diingat! Konsep kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia berbeda dengan konsep dalam bahasa Arab. Perbedaan tersebut adalah dalam bahasa Indonesia kalimat pasif boleh dimunculkan subjeknya sedadngkan dalam bahasa Arab harus dibuang. Coba perhatikan kalimat berikut! Saya dipukul oleh Irfan. Kalimat di atas adalah kalimat pasif namun dimunculkan subjeknya. Maka jangan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab seperti ini: (ضَرَبْتُ بِعِرْفَان). Walaupun dalam bahasa Indonesianya kata kerja pasif tetapi apabila dimunculkan subjeknya maka diterjemahkan ke bahasa Arab menjadi Fi’il Ma’lum atau kata kerja aktif. Terjemah yang benar dari kalimat di atas adalah: (ضَرَبَنِيْ عِرْفَانُ).
[1] Allah menciptakan manusia dalam keadaan lemah/Guru menulis pelajaran/ Amir memberi makanan kepada Ahmad.
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

