Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya
BAB 16 : DZANNA & SAUDARA-SAUDARANYA (ظَنَّ وَأَخَوَاتُهَا)
16.1. PENGERTIAN (تعريف ظن وأخواتها)
Dzanna & saudara-saudaranya adalah fi’il-fi’il yang me-nashab-kan mubtada’ dan khabar mubtada’ yang kemudian menjadikan dua maf’ul-nya. Perlu diketahui, bahwa dzanna & saudara-saudaranya yang dapat me-nashab-kan mubtada’ dan khabar itu bukan hanya fi’il madhi-nya saja, tetapi semua tasrif-nya juga, seperti: fi’il mudhari’, masdar, isim Fa’il dan sebagainya. Dzanna & saudara-saudaranya tidak terdapat i’rab isim dan khabar, akan tetapi irab setelahnya adalah maf’ul bih al-awwal dan maf’ul bih ats-tsani.
16.2. PEMBAGIAN DZANNA & SAUDARA-SAUDARANYA (أقسام ظن وأخواتها)
A. AF’AL AL-QULUB (أفعال القلوب), dinamakan Af’aal Al-Quluub karena maknanya berkaitan dengan pekerjaan hati atau bersumber dari hati bukan pekerjaan anggota badan, seperti mengetahui, mengira, ragu dan yakin semuanya merupakan pekerjaan yang bersumber dari hati. Secara makna berarti pekerjaan-pekerjaan yang ada dalam hati seperti mengetahui, meyakini, menyangka, dan lain-lain. Af’aal Al-Quluub dalam hal ini terbagi menjadi empat bagian:
1. Berfaedah yakin (meyakinkan ketetapan khabar). Yaitu:
i. Fi’il (وَجَدَ). Contoh: (إنّا وجدناه صابرا)
ii. Fi’il (تَعَلَّمْ). Contoh: (تعلم أن الربا بلاء)
iii. Fi’il (دَرَى).Contoh: (وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ)
2. Berfaedah rujhan (lebih cenderung pada meyakinkan ketetapan khabar). Yaitu:
i. Fi’il (جَعَلَ). Contoh: (وجعلوا الملائكة الذين هم عباد الرحمن إناثاً)
ii. Fi’il (حَجَا).Contoh: (حجوت الجوَّ بارداً)
iii. Fi’il (عَدَّ).Contoh: (عددت الصديقَ أخاً)
iv. Fi’il (هَبْ).Contoh: (فقلت أجرني أبا مالك # وإلا فهبني أمرأً هالكاً)
v. Fi’il (زَعَمَ). Contoh: (زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا)
3. Umumnya berfaedah yakin terkadang juga berfaedah rujhan. Yaitu:
i. Fi’il (رَأَى). Contoh: (إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا وَنَرَاهُ قَرِيبًا)
ii. Fi’il (عَلِمَ). Contoh: (فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ)
4. Umumnya berfaedah rujhan terkadang juga berfaedah yakin. Yaitu:
i. Fi’il (ظَنَّ). Contoh: (فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَى مَسْحُورًا)
ii. Fi’il (خَالَ). Contoh: (خِلتُ الدراسةَ مُتعةً)
iii. Fi’il (حَسِبَ). Contoh: (حَسِبَ المُهْمِلُ النَّجَاحَ سَهْلاً)
B. AF’AL AT-TAHWIL/AT-TASHYIR (أفعال التحويل أو التصيير), secara makna menunjukkan pada perubahan sesuatu, yakni mengubah dari satu keadaan kepada keadaan yangg lain. Oleh karenanya dinamakan juga af’aal at-tashyiir, karena semua kata kerja pada bagian ini mempunyai arti syuyyira (menjadikan). Yaitu:
1. Fi’il (رَدَّ).Contoh: (رَدّتِ الاستقامةُ الوجوهَ المظلمة نيرةً)
2. Fi’il (تَرَكَ). Contoh: ()تركت الطلاب يبحثون في المسألة
3. Fi’il (اتَّخَذَ). Contoh: (اتخذت طالبَ العلم صديقاً)
4. Fi’il (صُيِّرَ). Contoh: (صيرت الزجاج لامعاً)
5. Fi’il (هَبْ).Contoh: (وهبني الله فداء الحق)
16.3. BERAMAL ATAU TIDAKNYA DZANNA & SAUDARA-SAUDARANYA
A. ILGHA’ (إلغاء), yaitu membatalkan amal dalam lafaz dan mahal, dikarenakan lemahnya amil yang berada di tengah atau akhir tanpa adanya pencegah (مانع). Contoh: (زَيْدٌ ظَنَنْتُ قَا ئِمٌ) (زَيْدٌ قَا ئِمٌ ظَنَنْتُ). Ilgha’ hukumnya jawaz bukan wajib, jika amil-nya ada di belakang maka yang lebih baik adalah Ilgho’, sedangkan kalau berada di tengah, maka terjadi khilaf antara ulama. Diperbolehkan meng-ilgha’-kan Af’al Al-Qulub yang mutasharrif jika tidak bertempat pada permulaan kalam, tetapi bertempat di tengah atau di akhir dan mengkira-kirakan dhamir sya’n atau lam ibtida’. Contoh: Yang di tengah (زَيْدٌ ظَنَنْتُ قَائِمٌ), yang di akhir (زَيْدٌ قَائِمٌ ظَنَنْتُ).
B. TA’LIQ (تعليق), yaitu membatalkan amal secara lafaz bukan dalam mahal-nya, disebabkan adanya lafaz yang harus menjadi permulaan, yang berada di tengah-tengah (ظَنَّ) dan dua ma’mul-nya atau dikarenakan ada lafaz yang menjadi pencegah (مانع). Contoh: (ظَنَنْتُ لَزَيْدٌ قَا ئِمٌ). Ta’liq hukumnya wajib jika antara (ظَنَّ) dan dua ma’mul-nya terdapat:
1. Huruf nafi (مَا - إِنْ - لَا). Contoh: (وَظَنُّوا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ) (وَيَعْلَمَ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا مَا لَهُمْ مِنْ مَحِيصٍ) (وَتَظُنُّونَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا)
2. Lam Ibtida’.Contoh: (وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ)
3. Lam Qasam.Contoh: (علمت ليحاسبن المرء على عمله)
4. Istifham.Contoh: (وَإِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ أَمْ بَعِيدٌ مَا تُوعَدُونَ). Ada tiga bentuk, yaitu:
a. Salah satu dari dua maf’ul berupa isim istifham.Contoh: (وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَا أَشَدُّ عَذَابًا) artinya, “Sungguh kalian meyakinkan, siapa dari kita yang lebih pedih siksanya.”
b. Salah satu dari dua maf’ul di-idhafah-kan pada Isim Istifham. Contoh: (عَلِمْتُ أَبُوْ مَنْ زَيْدٌ), artinya, “Saya meyakinkan, ayahnya siapakah Zaid itu?”
c. Salah satu dari dua maf’ul kemasukan adat istifham.Contoh: (وَإِنْ أَدْرِي أَقَرِيْبٌ أَمْ بَعِيْدٌ مَا تُوْعَدُوْنَ) artinya, “Dan saya tidak meyakinkan apakah dekat atau jauh perkata yang dijanjikan pada kalian?”
16.4. KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA (الضوابط الأخرى)
A. Maf’ul yang kedua asalnya adalah khabar mubtada’.Oleh karena itu terdapat beberapa keadaan maf’ul yang kedua, antara lain:
1. Berupa mufrad.Contoh: (رَأَيْتُ العِلْمَ نَافِعًا)
2. Berupa jumlah.Yaitu:
i. Jumlah Fi’liyyah.Contoh: (رَأَيْتُ الذُّنُوْبَ تُمِيْتُ القُلُوْبَ)
ii. Syibhul Jumlah.Contoh: (وَ جَعَلَ مِنْهُمُ القِرَدَةَ وَ الخَنَازِيْرَ)
B. Apabila (رَأَى) maknanya melihat (بَصَرِيَّةٌ).Maka (رَأَى) dengan makna melihat ini termasuk fi’il muta'addi yang hanya membutuhkan satu maf’ul bih saja. Contoh: (رَأَيْتُ زَيْدًا). Dan apabila datang setelahnya sesuatu yang dianggap adalah maf'ul keduanya maka dia di i’rab sebagai Haal. Contoh: (رَأَيْتُ زَيْدًا قَائِمًا)
C. Bentuk fi’il (هَبْ) dan (تَعَلَّمْ) dapat ber-amal sebagaimana (ظَنَّ) dan saudara-saudaranyahanya pada Fi’il Amr-nya saja. Dan tidak berlaku hukum Ilgha’ dan Ta’liq pada kedua fi’il ini.
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

