Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Nahwu (Bab Maf'ul Min Ajlih/Li Ajlih/Lahu)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah



BAB 25 : AL-MAF’UL MIN AJLIH/LI AJLIH/LAHU (المفعول لأجله أو من أجله أو له)

25.1. PENGERTIAN (تعريف المفعول لأجله أو من أجله أو له)
                Maf’ul l iajlih adalah isim manshub yang berfungsi untuk menjelaskan sebab atau motif terjadinya perbuatan, terletak setelah jawaban dari pernyataan “Mengapa”.

25.2. SYARAT MAF’UL LI AJLIH (شروط المفعول لأجله)
A.     Berupa mashdar,maka tidak boleh mengucapkan (جِئْتُكَ السَمْنَ), tetapi harus disertai huruf Jar (جِئْتُكَ لِلسَمْنِ).
B.    Harus berbentuk mashdar Qalbi (أن يكون مصدرا من أفعال القلوب) dari fi’il qolbi (fi’il yang menjadi perbuatan hati misalnya: suka, benci, sedih dan lain-lain). Contoh: (جئت رغبةًفيك)
C.     Harus bersatu dengan amil-nya dalam satu waktu dan satu Fa’il. Contoh: (ضَرَبَ خَالِدٌ السَارِقَ خَوْفًامِنْ فِرَارِهِ).[1]Pemukulan dan alasan takut pencuri lari, keduanya berada dalam waktu kejadian yang sama dan dari pelaku yang sama. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
D.    Harus menjadi faktor penyebab atau alasan (مفيدا للتعليل).Contoh: (أَرَادَ خَالِدٌ ذَبْحَ البَقَرَةِ إِكْرَامَ الضَّيْفِ).[2]Ketika syarat sebelumnya sudah terpenuhi, dia juga harus memberikan faedah alasan atau menjadi penyebab atas dilakukannya perbuatan. Jika tidak, maka tidak di-i’rab sebagai Maf’ul Liajlih.
E.     Antara mashdar dan amil-nya sama di dalam fa’il-nya.Maka tidak boleh mengucapkan (جَاءَ زَيْدٌ إِكْرَامًا لِعَمْرٍ لَهُ).

Jika tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat di atas, tidak boleh ditarkib sebagai maf’ul lahu, tetapi harus dibaca Jar dengan huruf Jar yang menunjukkan makna Ta’lul, adakalanya menggunakan (من), (في), (الباء) atau (لام). Contoh: Di-jar-kan dengan lam (وَالأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ)[3]; di-jar-kan dengan min(وَلَا تَقْتُلُوْا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ).[4]Sedang mashdar yang memenuhi syarat-syarat di atas, juga boleh dibaca Jar dengan huruf Jar. Contoh: (دَاقَنَعْ لِزُهْدٍ).[5]

25.3. JENIS MAF’UL LI AJLIH DARI SEGI NAKIRAH & MAKRIFAH (أنواع المفعول لأجله من حيث المعرفة والنكرة)
A.     Tidak memakai (ال) Ta’rif dan idhafah.Contoh: (أُغَلِّفُ الكِتَابَ صِيَانَةًلَهُ).[6]Ketika kosong dari Lam Ta’rif dan Idhafah, pada umumnya dia akan selalu nashab dan itu lebih diprioritaskan. Boleh juga menambahkan Lam Ta’lil, namun kedudukan i’rab-nya berubah menjadi syibhul jumlah/ jar marjur (أُغَلِّفُ الكِتَابَ لِلصِّيَانَةِ لَهُ)
B.    Memakai (ال) Ta’rif.Contoh: (جَاهَدَ أَحْمَدُ الدِفَاعَعَنِ الحَقِّ). Ketika maf’ul li ajlih ditempeli Alif Lam, pada umumnya dia majrur dengan huruf Lam Ta’lil menjadi syibhul jumlah. Itu lebih diutamakan daripada manshub (جَاهَدَ أَحْمَدُ لِلدِفَاعِ عَنِ الحَقِّ)
C.     Di-idhafah-kan dan menjadi mudhaf. Contoh: (صَامَ أَحْمَدُ اِبْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللهِ). Ketika maf’ul liajlihi di-idhafah-kan, dia boleh nashab secara langsung atau didahului Lam Ta’lil menjadi syibhul Jumlah (صَامَ أَحْمَدُ لاِبْتِغَاءِمَرْضَاةِ اللهِ)

25.4. AMIL YANG ME-NASHAB-KAN MAF’UL LI AJLIH (عوامل نصب المفعول لأجله)
A.     Fi’il.Contoh: (قَامَ أَحْمَدُ إِكْرَامًا لِضَيْفِهِ)
B.    Mashdar.Contoh: (ضَرَبَ أَحْمَدُ اِبْنَهُ تَأْدِيْبًا لَهُ)
C.     Isim Musytaq
1.     Isim Fa’il.Contoh: (أَحْمَدُ مُسَافِرٌطَلَبًا لِلْعِلْمِ)
2.     Isim Maf’ul.Contoh: (هُوَ مَحْبُوْبٌ إِكْرَامًا لِأَخِيْهِ)
3.     Syibghah Mubalaghah.Contoh: (أَحْمَدُ فَطِيْنٌ فِي دِرَاسَتِهِ أَمَلًا لِلنَّجَاحِ)
D.    Isim Fi’il Amr.Contoh: (صَهْ إِجْلَالًا لِلْأُسْتَاذِ يَتَكَلَّمُ)

25.5. KETENTUAN-KETENTUAN MAF’UL LI AJLIH (ضوابط المفعول لأجله)
A.     Hukum I’rab Maf’ul Liajlih:
1.     Wajib manshub ketika huruf Jar Lam Ta’lil dibuang dan sudah memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu bentuknya mashdar, menjadi faktor penyebab dan menyatu dengan amil-nya dalam satu waktu dari satu Fa’il. Karena pada dasarnya, Maf’ul Liajlih itu memakai Lam Ta’lil, kemudian dibuang secara lafaz yang mewajibkannya berharakat nashab. Adapun secara makna, Lam Ta’lil tersebut tetap tersirat di dalamnya.
                                          i.    Contoh ketika tidak memenuhi syarat bentuk Mashdar: (لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا القُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللهِ).[7]
                                         ii.    Contoh ketika tidak memenuhi syarat menjadi faktor penyebab: (قَابَلَ خَالِدٌ صَدِيْقَةُ فَجْأَةً)[8]
                                        iii.    Contoh ketika tidak memenuhi syarat menyatu dengan amil-nya: (جِئْتُكَ اليَوْمَ للِاجْتِمَاعِ غَدًا)[9]
                                        iv.    Contoh ketika tidak memenuhi syarat karena terlahir dari dua Fa’il (زَارَ خَالِدٌ صَدِيْقَةُ لِإِكْرَامِ زَيْدٍ لَهُ)
2.     Harus didahului huruf Jar Lam Ta’lil ketika tidak memenuhi salah satu syarat yang telah disebutkan sebelumnya.
                                          i.    Tidak memenuhi syarat bentuk Mashdar: (جَاءَ خَالدٌ إلى بَيْتِي لِلْقَلَمِ).
                                         ii.    Tidak memenuhi syarat menjadi faktor penyebab: (قَابَلَ خَالدٌ صَدِيْقَهُ فَجْأةً).
                                        iii.    Tidak memenuhi syarat menyatu dengan ‘Amilnya: (جِئْتُكَ اليَوْمَ لِلاِجْتِمَاعِ غَدًا).
                                        iv.    Tidak memenuhi syarat karna terlahir dari dua Fa’il: (زَارَ خَالدٌ صَدِيْقَهُ لِإِكْرَامِ زَيْدٍ لَهُ).
B.    Huruf Jar yang bisa dipakai tidak terbatas pada Lam Ta’lil, boleh juga menggunakan huruf Jar lainnya seperti (في - من - بــ).Semuanya memiliki kandungan arti “sebab/alasan” ketika dipergunakan dalam susunan Maf’ul Li ajlih.
C.     Boleh membuang amil-amil yang telah disebutkan sebelumnya jika pembicaraan sudah bisa dipahami dan untuk tujuan meringkas yang biasanya ini terjadi dalam menjawab pertanyaan (لِمَاذَا). Contoh: (السُؤَالُ: لِمَاذَا تَعَلَّمْتَ اللُغَةَ العَرَبِيَّةَ؟ وَالَجَوابُ: حِفْظًالِسَلَامَتِهَا)[10]
D.    Boleh mendahulukan Maf’ul Li ajlih daripada amil-nya.Contoh: (طَاعَةً لِأَمْرِ اللهِ صُمْتَ رَمَضَانَ)



[1] Khalid memukul pencuri sebab takut dia lari.
[2] Khalid bermaksud menyembelih sapi sebab menghormati tamu.
[3] Dan Bumi diciptakan karena makhluq.
[4] Jangan kau bunuh anak-anakmu karena melarat.
[5] Orang lelaki itu bersifat Qana’ah/menerima karena zuhud.
[6] Aku menyampuli buku sebab untuk menjaganya.
[7] Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah.
[8] Khalid menemui kawannya secara tiba-tiba.
[9] Aku datang kepadamu hari ini karena meeting besok.

[10] Kenapa kau belajar bahasa arab? Sebab menjaga keutuhanya



PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)


##########
 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########