Pusat Belajar Bahasa Arab - Ilmu Alat : Nahwu (Bab Kam, Ka'ayyin & Kadza)

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Al-Azhariy


Materi & Soal - Nahwu, Sharaf, I'rab & TOAFL Tes Seleksi Timur Tengah


BAB 54 : KAM, KA’AYYIN & KADZA (كَمْ وَكَأَيِّنْ وكَذَا)

54.1. LAFAZ KAM (كَمْ)
A.     Kamadalah kalimah isim yang menunjukkan hitungan yang samar jenis dan kadarnya.
B.    Dibagi menjadi dua, yaitu:
1.     Kam Istifhamiyah (كم الاستفهامية),yaitu kam yang digunakan untuk menanyakan tentang bilangan/jumlah yang belum jelas jenis dan kadar banyaknya. Kam Istifhamiyyah membutuhkan tamyiz, sedang tamyiz-nya berupa isim nakirah, mufrad dan dibaca nashab. Contoh: (كَمْ شَخْصًا سَمَا) (كَمْ رَجُلًا عِنْدَكَ).[1]Dalam contoh ini, kam bermakna berapakah (أي عدد).
2.     Kam Khabariyyah (كم الخبرية), yaitu kam yang menunjukkan arti banyak yang digunakan untuk memberitakan tentang bilangan atau jumlah yang banyak yang masih belum jelas jenis dan kadarnya. Contoh: (كَمْ فَقِيْهٍ رَأَيْتُ).[2] Bermakna (رَأَيْتُ كَثِيْرًا مِنَ الفُقَهَاءِ).

54.2. KAM ISTIFHAMIYYAH (كم الاستفهامية)
A.     Hukum Tamyiz Kam Istifhamiyyah.
1.     Berupa isim mufrad dan nakirah.
2.     Dibaca nashab, apabila tidak kemasukan huruf Jar. Contoh: (بِكَمْ دِرْهَمٍ اِشْتَرَيْتَ هَذَا).[3]
B.    Tamyiz-nya Kam boleh dibuang apabila ada dalil yang menunjukkannya. Contoh: (كَمْ صُمْتَ) yang dimaksud (كَمْ يَوْمًا صُمْتَ).[4]
C.     Antara kam dan tamyiz-nya boleh dipisah dengan lafaz lain yang berupa zharaf atau jar majrur, hal ini hukumnya banyak terjadi. Contoh: (كَمْ عِنْدَكَ قَلَمًا) (كَمْ فِي البَيْتِ حُجْرَةً).[5]
D.    Adapun kedudukan i’rab Kam Istifhamiyyah yaitu:
1.     Jar, apabila didahului huruf Jar atau isim mudhaf. Contoh: (فِي كَمْ سَاعَةً فَعَلْتَ هَذَا) (رَأَى كَمْ رَجُلًا أَخَذْتَ).[6]
2.     Nashab, dengan ketentuan:
                                          i.    Sebagai maf’ul muthlaq, yaitu apabila digunakan menanyakan tentang mashdar. Contoh: (كَمْ ضَرْبًا ضَرَبْتَ زَيْدًا).[7]
                                         ii.    Sebagai maf’ul fih,yaitu apabila dipergunakan menanyakan tentang zharaf. Contoh: (كَمْ يَوْمًا كَتَبْتَ هَذَا الكِتَابَ).[8]
                                        iii.    Sebagai maf’ul bih,yaitu apabila dipergunakan menanyakan maf’ul bih. Contoh: (كَمْ نَجَاحًا نِلْتَ).[9]
                                        iv.    Sebagai khabar-nya Kaana dan saudaranya, yaitu apabila kam digunakan menanyakan khabar-nya Kaana dan saudaranya. Contoh: (كَمْ كَانَ إِخْوَتُكَ).[10]
3.     Rafa’, yaitu apabila tidak dipergunakan untuk menanyakan empat hal di atas, dengan tarkib sebagai mubtada’ atau khabar muqaddam. Contoh: (كَمْ كِتَابًا عِنْدَكَ) (كَمْ كُتُبُكَ).[11]

54.3. KAM KHABARIYYAH (كم الخبرية)
A.     Tamyiz Kam Khabariyyah diperbolehkan dua bentuk, yaitu:
1.     Berupa lafaz jamak dan di-jar-kan. Seperti tamyiz-nya lafaz (عشرة).
2.     Berupa lafaz mufrad yang dibaca jar. Contoh: tamyiz-nya lafaz (مائة). Contoh: (كَمْ غِلْمَانٍ مَلَكْتَ) bermakna (كَثِيْرًا مِنَ الغِلْمَانِ مَلَكْتَ) dan (كَمْ دِرْهَمٍ أَنْفَقْتَ).[12]
B.    Membaca mufrad pada tamyiz Kam Khabariyyah itu lebih fasih dan banyak berlaku daripada yang jamak.
C.     Jika antara Kam Khabariyyah dan tamyiz-nya itu dipisah dengan zharaf atau jar majrur, maka tamyiz-nya tidak boleh dibaca jar sebagai mudhaf ilaihi, akan tetapi harus dibaca nashab atau dibaca jar dengan huruf (من) yang ditampakkan. Contoh: (كَمْ عِنْدَكَ مِنْ دِرْهَمٍ / كَمْ عِنْدَكَ دِرْهَمًا) (كَمْ لَكَ يَافَتَى فَضْلًا) boleh diucapkan (كَمْ لَكَ يَافَتَى مِنْ فَضْلٍ).[13]
D.    Jika yang memisah berupa fi’il muta’addi yang menjadi amil-nya (كم), maka tamyiz-nya wajib di-jar-kan dengan huruf (من) yang ditampakkan. Contoh: (كَمْ حَفِظْتَ مِنْ دَرْسٍ).[14]
E.     TamyizKam Khabariyyah juga boleh dibuang seperti tamyiz-nya Kam Istifhamiyyah.Contoh: (كَمْ عَصَيْتَ أَمْرِي) taqdir-nya (كَمْ مَرَّةً عَصَيْتَ أَمْرِي).[15]

54.4. PERSAMAAN KAM KHABARIYYAH & ISTIFHAMIYYAH (المساواة بين كم الخبرية والاستفهامية)
A.     Keduanya sebagai kinayah dari bilangan yang belum jelas jenis dan kadarnya.
B.    Keduanya berupa kalimah isim yang di-mabni-kan sukun.
C.     Keduanya termasuk lafaz yang harus berada pada awal kalam.
D.    Keduanya membutuhkan tamyiz.
E.     Keduanya tidak boleh didahului oleh lafaz apapun yang menjadi muta’allaq kalimatnya, kecuali huruf jar dan isim mudhaf yang meng-jar-kan padanya. Contoh: (إَلَى كَمْ بَلَدٍ سَافَرْتَ) (دِيْوَانُ كَمْ شَاعِرًا قَرَأْتَ).[16]

54.5. PERBEDAAN KAM KHABARIYYAH & ISTIFHAMIYYAH (الفرق بين كم الخبرية والاستفهامية)
A.     Kam Khabariyyahmasuk pada fi’il madhi atau yang di-takwil madhi seperti (رب), contoh: (كَمْ كَرِيْمٍ لَقِيْتَهُ) seperti diucapkan (رُبَّ كَرِيْمٍ لَقِيْتَهُ).[17]Sedangkan Kam Istifhamiyyah boleh masuk pada fi’il madhi dan fi’il mudhari’. Contoh: (كَمْ كِتَابًا اِشْتَرَيْتَهُ) (كَمْ كِتَابًا سَتَشْتَرِيْهِ).[18]
B.    Tamyiz Kam Istifhamiyyah harus berupa lafaz mufrad, sedangkan tamyiz Kam Khabariyyah bisa mufrad atau jamak.
C.     Kalimat yang mengandung Kam Khabariyyah menunjukkan arti pemberitaan, yang mengandung kemunginan benar atau bohong, sedangkan Kam Istifhamiyyah menunjukkan arti pertanyaan.
D.    Kalimat yang mengandung Kam Khabariyyah tidak memerlukan jawab karena merupakan pemberitaan, sedangkan yang menggunakan Kam Istifhamiyyah memerlukan jawab, karena menunjukkan arti pertanyaan.
E.     Lafaz yang dijadikan sebagai badal Kam Khabariyyah tidak disertai hamzah istifham, sedangkan badal Kam Istifhamiyyah harus disertai hamzah istifham. Contoh:
1.        Badal Kam Khabariyyah (كَمْ تِلْمِيْذٍ فِي المَدْرَسَةِ سَبْعُوْنَ بَلْ مِائَةٌ).[19]
2.        Badal Kam Istifhamiyyah (كَمْ كُتُبُكَ؟ أَعِشْرُوْنَ أَمْ ثَلَاثُوْنَ؟).[20]
F.     Kam Khabariyyahmenunjukkan makna taksir (banyak), sedangkan Kam Istifhamiyyah tidak.

54.6. LAFAZ KA’AYYIN (كَأَيِّنْ)
A.     Lafaz ini disusun dari Kaf Tasybih dan (أي) serta memiliki makna seperti Kam Khabariyyah, yaitu menunjukkan arti banyak yang masih belum jelas jenis kadarnya. Lafaz ini juga membutuhkan tamyiz, adapun tamyiz-nya berupa isim mufrad nakirah yang diperbolehkan dalam dua bentuk, yaitu:
1.     Dibaca nashab. Contoh: (كَأَيِّنْ رَجُلًا رَأَيْتَ).[21]
2.     Dibaca jar dengan huruf (من) yang ditampakkan. Contoh: (كَأَيِّنْ مِنْ رَجُلٍ رَأَيْتَ).[22]
B.    Persamaan Kam dan Ka’ayyin yaitu:
1.     Keduanya sama-sama menunjukkan makna yang mubham (belum jelas jenis dan kadarnya).
2.     Keduanya membutuhkan tamyiz.
3.     Keduanya di-mabni-kan.
4.    Keduanya merupakan lafaz yang harus diletakkan dipermulaan kalam.
5.     Keduanya menunjukkan makna banyak. Dan terkadang Ka’ayyin digunakan untuk istifham namun hukumnya jarang. Contoh: (كَأَيِّنْ تَقْرَأُ سُوْرَةَ الأَحْزَابِ آيةً؟ فَقَالَ ثَلَاثًا وَسَبْعِيْنَ).[23]
C.     Perbedaan Kam dan Ka’ayyin yaitu:
1.     Lafaz Ka’ayyinmerupakan lafaz yang murakkab (tersusun dari Kaf Tasybih dan lafaz Ayyu), sedang Kam merupakan lafaz yang basithah (utuh, tidak tersusun dari lafaz lain). Oleh karena itu diperbolehkan waqaf pafa lafaz (أي) dengan nun, karena tanwin ketika dimasukkan dalam tarkib menyerupai nun yang asli, karena itu dalam penulisan mushaf rasm Utsmani ditulis menggunakan nun.
2.     Tamyiz-nya yang kebanyakan di-jar-kan dengan huruf (من).
3.     Lafaz Ka’ayyin tidak dilakukan istifham kecuali hal yang jarang.
4.    Lafaz Ka’ayyin tidak berlaku di-jar-kan.
5.     Tamyiz-nya selalu berupa mufrad.

54.7. LAFAZ KADZA (كذا)
A.     Lafaz ini disusun dari Kaf Tasybih dan (ذا) isim isyarah,dan memiliki makna seperti Kam Khabariyyah, yaitu menunjukkan makna banyak yang tidak jelas jenis dan kadarnya. Lafaz ini juga membutuhkan tamyiz, yang berupa lafaz nakirah yang dibaca nashab.
B.    Lafaz ini bisa digunakan dengan tiga cara:
1.     Mufrad (tidak diulangi). Contoh: (مَلَكْتُ كَذَا دِرْهَمًا).[24]
2.     Murakkab (lafaznya diulangi). Contoh: (مَلَكْتُ كَذَا كَذَا دِرْهَمًا).[25]
3.     Di-athaf-kan pada sesamanya. Contoh: (مَلَكْتُ كَذَا وَكَذَا دِرْهَمًا).[26]
C.     Persamaan Kadza dan Kam, yaitu:
1.     Keduanya maknanya mubham (menunjukkan sesuatu yang belum jelas jenis dan kadarnya).
2.     Keduanya di-mabni-kan.
3.     Keduanya membutuhkan tamyiz.
4.    Keduanya menunjukkan makna banyak.
D.    Perbedaan Kadza dan Kam, yaitu:
1.     Lafaz Kadza merupakan lafaz yang murakkab (tersusun dari Kaf Tasybih dan Dza Isim Isyarah), sedangkan Kam merupakan kalam yang basithah.
2.     Lafaz Kadza bukan lafaz yang harus diletakkan di permulaan kalam
3.     Lafaz Kadza kebanyakan di-athaf-kan pada sesamanya.
4.    Tamyiz-nya wajib dibaca nashab, tidak boleh dibaca jar.


[1] Berapa banyak orang yang berpekerti luhur/Berapa orang lelaki disisimu.
[2] Saya melihat banyak orang ahli Fikih.
[3] Dengan berapa dirhamkah kau telah memberi barang ini?
[4] Berapakah engkau puasa/Berapa harikah engkau puasa?
[5] Berapa pena yang ada padamu? Berapa kamar rumahmu?
[6] Dalam berapa jam kamu melakukan hal ini? Berapa lelaki yang kamu lihat, yang kamu ambil?
[7] Berapa pukulan yang telah kamu pukulkan kepada Zaid?
[8] Berapa hari kamu menulis kitab ini?
[9] Berapa keberhasilan yang telah kamu peroleh?
[10] Berapa teman-temannya.
[11] Berapa kitab yang kamu punyai? Berapa kitab-kitabmu?
[12] Banyak pelayan yang kamu miliki/Banyak dirham yang telah kamu belanjakan.
[13] Banyak sekali dirham yang kamu miliki/Banyak sekali keutamaan bagimu, wahai pemuda.
[14] Kamu banyak menghafal pelajaran.
[15] Banyak sekali kamu melanggar perintahku.
[16] Pada berapa banyak negara yang telah kamu kunjungi? Berapa banyak buku syair yang telah kamu baca?
[17] Banyak orang mulia yang kutemukan.
[18] Berapa banyak kitab yang telah kamu beli? Berapa banyak kitab yang akan kamu beli?
[19] Banyak sekali murid di sekolah yaitu 70, bahkan 100.
[20] Berapa kitabmu? Apakah 20 atau 30.
[21] Banyak lelaki aku lihat.
[22] Banyak lelaki yang aku lihat.
[23] Berapa ayat kamu membaca Surah Al-Ahzab? Beliau menjawab tujuh puluh tiga.
[24] Aku telah memiliki banyak uang dirham.
[25] Aku telah memiliki sekian banyak uang dirham.
[26] Aku telah memiliki sekian banyak dan sekian banyak uang dirham.


PEMBAHASAN ILMU NAHWU TERLENGKAP : klik disini


Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab


The Indonesiana Center - Markaz BSI (Bait Syariah Indonesia)

########## 
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi  Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########