Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya
BAB 17 : KAADA & SAUDARA-SAUDARANYA (كَادَ وَأَخَوَاتُهَا)
17.1. PENGERTIAN (تعريف كاد وأخواتها)
Kaada dan saudara-saudaranya merupakan Af’al Al-Muqarabah yaitu fi’il-fi’il (kata kerja) yang menunjukkan waktu yang dekat terjadinya. Fungsinya sama seperti Kaana & saudara-saudaranya yaitu ketika berada di depan mubtada’ maka isim-nya menjadi rafa’ (marfu’) dan khabar-nya menjadi (nashab/manshub). Khabar-nya selalu jumlah fi’liyyah dan fi’il-nya mudhari’.
17.2. ANGGOTA KAADA & SAUDARA-SAUDARANYA (كاد وأخواتها)
Terdapat 16 anggota Kaada & saudara-saudaranya, yaitu: (كَادَ) (كَرَبَ) (أَوْشَك) (عَسَى) (حَرى) (اِخْلَوْلَقَ) (أَنْشَأَ) (أَخَذَ) (بَدَأَ) (اِبْتَدَأَ) (جَعَلَ) (قَامَ) (طَفِقَ) (عَلِقَ) (هَبَّ) (اِنْبَرَى)
17.3. PEMBAGIAN KAADA & SAUDARA-SAUDARANYA (أقسام كان وأخواتها)
A. AF’AL AL-MUQARABAH (ﺃَﻓْﻌَﺎﻝُ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﺭَﺑَﺔ) adalah fi’il yang digunakan untuk keterangan dekatnya terjadi khabar dan bermakna hampir saja, yaitu:
1. Fi’il (كَادَ).Contoh: (كَادَ الْوَلَدُ يَسْقُطُ)
2. Fi’il (كَرَبَ). Contoh: (كَرَبَ الْمَطَرُ يَنْزِلُ)
3. Fi’il (أَوْشَك). Contoh: (أَوْشَكَ الْمَاءُ أَنْ يَنْتَهِي)
B. AF’AL AR-RAJA’ (أَﻓْﻌَﺎﻝُ ﺍﻟﺮَّﺟَﺎﺀ) adalah fi’il yang digunakan untuk menyatakan suatu pengharapan dan bermakna semoga. Dan perlu diketahui bahwa fi’il (عسى) boleh disertai dengan (أَنْ) atau tidak, tetapi yang banyak digunakan adalah yang disertai dengan (أَنْ). Sedangkan untuk (حَرى) dan (اِخْلَوْلَقَ) wajib disertai dengan (أَنْ). Yaitu:
1. Fi’il (عَسَى).Contoh: (عَسَى اللهُ أَنْ يُنْجِحَنِيْ فِيْ الْإِمْتِحَانِ (يُنْجِحُنِيْ))
2. Fi’il (حَرى).Contoh: (حَرَى الْمَرِيْضُ أَنْ يَشْفِيَ)
3. Fi’il (اِخْلَوْلَقَ). Contoh: (اِخْلَوْلَقَ الْمُهْمِلُ أَنْ يَنْجَحَ فِيْ الْإِمْتِحَانِ)
C. AF’AL ASY-SYURU’ (أَفْعَالُ الشُّرُوْعِ) adalah fi’il yang digunakan untuk menyatakan dimulainya suatu pekerjaan dan bermakna mulai. Perlu diketahui bahwa semua af’aal asy-syuru’ tidak boleh disertai (أَنْ) pada khabar-nya. Yaitu:
1. Fi’il (أَنْشَأَ). Contoh: (أَنْشَأَ الْقَارِئُ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ)
2. Fi’il (أَخَذَ). Contoh: (أَخَذَ الطُّلاَّبُ يَسْتَمِعُوْنَ إِلَى الدَّرْسِ)
3. Fi’il (بَدَأَ). Contoh: (بَدَأَ الشَّعْبُ يَسْتَيْقِظُ)
4. Fi’il (اِبْتَدَأَ). Contoh: (اِبْتَدَأَ الْفَلاَّحُوْنَ يَزْرَعُوْنَ مَزَارِعَهُمْ)
5. Fi’il (جَعَلَ). Contoh: (جَعَلَ الطُّلاَّبُ يُذَاكِرُوْنَ دُرُوْسَهُمْ)
6. Fi’il (قَامَ).Contoh: (قَامَ الْجُيُوْشُ يُحَارِبُوْنَ الْأَعْدَاءَ)
7. Fi’il (طَفِقَ). Contoh: (طَفِقَ الْمَطَرُ يَنْزِلُ بِشِدَّةٍ)
8. Fi’il (عَلِقَ). Contoh: (عَلِقَ الصَّيْفُ يَنْتَهِيْ)
9. Fi’il (هَبَّ).Contoh: (هَبَّ الطُّلاَّبُ يَجْتَهِدُوْنَ فِيْ الْمُذَاكِرَةِ)
10. Fi’il (اِنْبَرَى). Contoh: (اِنْبَرَى الْأَبْطَالُ يَتَقَدَّمُوْنَ إِلَى الْأَمَامِ)
17.4. PENGGOLONGAN KAADA & SAUDARA-SAUDARANYA (تقسيم كاد وأخواتها)
A. Berdasarkan Jamid dan Mutasharrif
1. Fi’il jamidadalah fi’il yang hanya mempunyai satu bentuk shighah, entah hanya berbentuk madhi saja, atau amar saja, atau mudhari saja (jarang). Yaitu semuanya, antara lain: (عَسَى)
2. Fi’il muttasharifadalah fi’il yang dapat berubah bentuknya sesuai ishtilahy. Contoh: (كَادَ) (أَوْشَك)
B. Berdasarkan Naqish yang bisa berlaku Tam. Fi’il Tam adalah kalimah fi’il Mutasharrif yang tersedia dalam tiga bentuk fi’il Tiga Serangkai (Fi’il Madhi, Fi’il Mudhari’ dan Fi’il Amr). Adapun Fi’il Naqis adalah kalimah fi’il Mutasharrif yang tidak tersedia untuk semua bentuk Fi’il Tiga Serangkai. Baik hanya berbentuk Mudhari’ dan Madhi saja, atau Mudhari’ dan Amar saja. Semua lafaz Af’al Al-Muqarabah kecuali (عَسَى) (إِخْلَوْلَقَ) (أَوْشَكَ) itu disamping bisa berlaku naqish juga bisa berlaku tam hanya saja bisa mengamalkan ma’mul dengan marfu’ yang berupa mudhari’ yang disertai أَنْ masdariyah. Ma’mul sendiri adalah lafal yang huruf terakhirnya mengalami perubahan dengan rafa’ atau nashab atau jar atau jazam karena terpengaruhi oleh ‘amil. Yang bisa menjadi ma’mul adalah Kalimah Isim dan Fi’il Mudhari’. Contoh: (عَسَى أَنْ يَقُوْمَ)
C. Huruf sin dari lafaz (عسى) dapat dibaca fathah dan kasrah. Lafaz (عسى) apabila bertemu dhamir marfu’ mutaharrik atau disandarkan pada dhamir marfu’ mutaharrik maka isinya boleh dibaca fathah (عَسَيْتُ أَنْ أَقُوْمَ) ada juga boleh dibaca kasrah (عَسِيْتُ أَنْ أَقُوْمَ). Tetapi yang banyak digunakan adalah menggunakan fathah.
17.5. KETENTUAN-KETENTUAN LAINNYA (الضوابط الأخرى)
A. Khabar-khabar fi’il ini ada yang bersambung dengan (أَنْ)berdasarkan ketentuan berikut ini:
1. Wajib,ketika bersama (حَرَى) dan (اِخْلَولَقَ)
2. Sering,ketika bersama (عَسَى) dan (أَوْشَكَ)
3. Kadang-kadang,ketika bersama (كَادَ) dan (كَرِبَ)
4. Tidak boleh (أَنْ) bersambung dengan semua fi’il syuru’.
B. Fi’il-fi’il muqarabah, raja’ dan syuru‘ la tatasharrafu hanya digunakan ketika madhi saja, kecuali (كَادَ) (أَوْشَكَ) (طَفِقَ) (جَعَلَ) terdapat padanya fi’il mudhari’.
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

