Al-Faqiir ilaa Ridhaa Rabbihi Wahyu Hestya
BAB 27 : AL-MAF’UL FIH (المفعول فيه)
27.1. PENGERTIAN (تعريف المفعول فيه)
Maf’ul fih adalah isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan waktu atau tempat terjadinya fi’il (yaitu menjadi jawaban dari pertanyaan “Kapan atau dimana terjadinya fi’il?”). Maf’ul fih juga dinamakan zharaf zaman apabila menunjukkan kepada waktu terjadinya fi’il dan dinamakan zharaf makan apabila menunjukkan kepada tempat terjadinya fi’il.
Syarat-syarat Maf’ul FIh, adalah: (1) Mengandung siratan makna Fii yang secara lafaz tidak nampak; (2) Menunjukkan arti tempat/waktu yang terkait dengan suatu kejadian; (3) Manshub dengan amil-nya.
Amil-Amil Maf’ul Fih, adalah: (1) Fi’il.Contoh: (ذَهَبَ خَالِدٌ يَوْمَالجُمْعَةِ); (2) Mashdar. Contoh: (السَهْرُ لَيْلًا مُرْهِقٌ); (3) Isim Fa’il. Contoh: (خَالِدٌ قَادِمٌ غَدًا); (4) Isim Maf’ul. Contoh: (المَدْرَسَةُ مَفْتُوْحَةٌ صَبَاحًاوَمُغْلِقَةٌ مَسَاءً); (5) Sifah Musyabbahah.Contoh: (خَالِدٌ حَلِيْمٌ عِنْدَ الغَضَبِ); (6) Syighah Mubalaghah. Contoh: (خَالِدٌ فِطْنٌ عِنْدَ سِبَاقِ مَهَارَةِ القِرَاءَةِ); (7) Isim Tafdhil. Contoh: (المَرِيْضُ اليَوْمَ أَحْسَنُ مِنْهَ أَمْسِ)
27.2. MACAM-MACAM ZHARAF (أنواع الظروف)
A. ZHARAF ZAMAN/WAKTU (ظرف الزمان), yaitu setiap isim yang menunjukkan waktu tertentu atau tidak tertentu, baik maa’rifah atau nakirah, atau dibentuk dari fi’il dengan wazan (مَفْعِلٌ - مَفْعَلٌ). Contoh: (أُسْبُوع) (شَهْر) (سَنَة) (صَبَاح) (مَسَاء) (ظُهْر) (لَيل) (غَدًا) (قَبْل) (بَعْد) (طِوَال) (خِلَال) (أَثْنَاء) (مَجْلِسَ)
B. ZHARAF MAKAN/TEMPAT (ظرف المكان), yaitu setiap isim yang menunjukkan tempat tertentu atau tidak tertentu. Contoh: (وَسَط) (فَوق) (قَرْب) (تَحْت) (بَين) (عِنْد) (لَدَى) (تِلْقَاء) (تُجَاه) (نَحْو) (حَول) (دُون) (مِيل) (فَرْسَخ) (كِيلُومِتْر) (قدام) (حذاء) (إزاء) (داخل) (خارج) (ظاهر) (باطن) (جوف الدار) (جانب) (جهة) (وجه) (كنف)
27.3. KETENTUAN-KETENTUAN AMIL AL-MAF’UL FIH (ضوابط عوامل المفعول فيه)
A. Posisi zharaf dan amil-nya boleh saling mendahului, tidak harus zharaf berada di akhir. Contoh: (حَالَةُ الجَوِّ اليَوْمَمُعْتَدِلَةٌ - اليَوْمَ حَالَةُ الجَوِّ مُعْتَدِلَةٌ - حَالَةُ الجَوِّ مُعْتَدِلَةٌ اليَوْمَ)
B. Bolehnya satu amil untuk beberapa zharaf jika zharaf-nya berbeda, satu zaman satu makan.Contoh: (رَأَيْتُكَ يَوْمَالوَدَاعِ خَلْفَ جُدْرَانِ المَدْرَسَةِ بَاكِيَةٌ). Namun tidak boleh jika kedua zharaf-nya sama jenisnya, kecuali dalam dua keadaan:
1. Menjadikan zharaf kedua sebagai badal. Contoh: (أُقَابِلُكَ يَوْمَ السَبْتِ صَبَاحًا)
2. Ketika amil-nya berupa isim tafdhil. Contoh: (المَرِيْضُ اليَوْمَ أَحْسَنُ مِنْهَ أَمْسِ)
C. Beberapa tempat di mana amil-amil wajib dan boleh dibuang:
1. Boleh dibuang ketika sudah mafhum atau sudah terindikasi dari kalimat yang digunakan sebelumnya.Seperti bentuk jawaban untuk sebuah pertanyaan. Contoh: (السُؤَالُ: مَتَى تَذْهَبُ يَا خَالِدٌ؟ - الجَوَابُ: يَوْمَ الخَمْيِسِ)
2. Wajib dibuang dalam beberapa tempat berikut:
i. Jika zharaf berada di posisi Khabar. Contoh: (الِامْتِحَانُ غَدًا) yang dibuang (الِامْتِحَانُ حَاصِلٌ غَدًا)
ii. Jika zharaf berada di posisi Hal. Contoh: (رَأَيْتُكَ بَيْنَ المُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ) yang dihapus (رَأَيْتُكَ وَافِقًا بَيْنَ المُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ)
iii. Jika zharaf berada di posisi Sifah. Contoh: (اشْتَرَى خَالِدٌ الكِتَابُ مِنْ مَكْتَبَةِ أَمَامَالمَدْرَسَةِ) yang dihapus (اشْتَرَى خَالِدٌ الكِتَابُ مِنْ مَكْتَبَةٍ كَائِنَةٍ أَمَامَ المَدْرَسَةِ)
iv. Jika zharaf berada di posisi Shilah Maushul.Contoh: (اشْتَرَى خَالِدٌ الكِتَابُ مِنْ مَكْتَبَةِ أَمَامَ المَدْرَسَةِ) yang dihapus (اشْتَرَى خَالِدٌ الكِتَابُ مِنْ مَكْتَبَةِ الَّتِي أَمَامَ المَدْرَسَةِ)
v. Jika zharaf berada di posisi Masyghul ‘Anhu.Contoh: (يَوْمَ الخَمِيْسِ صُمْتُ فِيْهِ) yang dihapus (يَوْمَ الخَمِيْسِ صُمْتُ فِيْهِ صُمْتُ)
vi. Jika zharaf berada di posisi Sima’i.Contoh: (حِيْنَئِذٍ الآنَ) yang dihapus (قد حدث ما تذكر حين إذ كان كذا، واسمع الآن)
27.4. ISIM-ISIM PENGGANTI/MEWAKILI POSISI ZHARAF YANG DIBUANG (الأسماء النائبة من موضع الظرف المحذوف)
A. Mashdar.Sering sekali mashdar menjadi mudhaf ilaih bagi zharaf dan mewakili posisinya ketika zharaf itu dibuang. Mashdar di-i’rab sebagai zharaf dengan syarat mashdar tersebut menjadi makna penjelas bagi zharaf yang dibuang. Contoh: (أَنْتَظِرُكَ طُلُوْعَ الشَمْسِ) taqdir-nya (أَنْتَظِرُكَ وَقْتَ طُلُوْع الشَمْسِ)
B. Isim ‘Ain.Isim ini mewakili posisi zharaf ketika zharaf itu di-idhafah-kan kepada mashdar, lalu zharaf dan mashdar yang idhafah itu dibuang secara bersamaan dan kemudian posisinya ditempati isim ‘Ain. Contoh: (أَنْتَظِرُكَ الفَرْقِدَيْنِ) taqdir-nya (أَنْتَظِرُكَ وَقْتَ ظُهُوْرِ الفَرْقِدَيْنِ)
C. Lafaz (كل - بعض - عامة - نصف - ربع). Jika menemukan lafaz-lafaz itu, i’rab-lah sebagai zharaf manshub karena mereka menjadi penggantinya zharaf dengan syarat lafaz-lafaz itu di-idhafah-kan kepada isim zharaf-nya. Contoh: (سَهَرْتُ كُلَّ اللَيْلِ) taqdir-nya (سَهَرْتُ فِي كُلَّ اللَيْلِ)
D. Sifah Zharaf.Contoh: (صُمْتُ طَوِيْلًا) taqdir-nya (صُمْتُ زَمَنًاطَوِيْلًا)
27.5. KETENTUAN-KETENTUAN AL-MAF’UL FIH (ضوابط المفعول فيه)
A. Boleh me-majrur-kan zharaf ghairu mutasharrif dengan lafaz (مِنْ). Contoh: (قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِالله)
B. Isim setelah zharaf selalu majrur sebagai mudhaf ilaih.
C. Lafaz (مَا) bisa masuk ke sebagian zharaf. Contoh: (عِنْدَ - حِيْنَ - قَبْلَ - بَعْدَ - دُوْنَ). Lafaz (مَا) ini adalah zaidah (tambahan) dan tidak ada pengaruhnya terhadap zharaf-zharaf tersebut dan tidak menghalangi amal-nya, yaitu zharaf-zharaf ini menjadi manshub dan isim setelahnya sebagai mudhaf ilaih yang majrur. Contoh: (رَجَوتُ أَنْ يَحْضُرَ دُونَمَا تَأْخِيرٍ)
D. Boleh menambahkan ya’ ber-tasydid kepada isim-isim arah yang empat, kemudian kita katakan: (غَرْبِيٌّ - شَرْقِيٌّ - جَنُوبِيٌّ - شِمَالِيٌّ). Contoh: (يَقَعُ السُّوْدَانُ جَنُوْبَ مِصْرَ أَوْ جَنُوْبِيَّ مِصْرَ)
Wallahu Subhaanahu wa Ta’aala A’lamu Bi Ash-Shawaab
##########
BIMBINGAN MASUK UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Lebanon / Lebanon - Maroko / Maroko - Mesir / Mesir- Pakistan / Pakistan - Sudan / Sudan - Qatar / Qatar - Saudia Arabia / Arab Saudi Tunisia / Tunisia - Suriah - Yaman / Yaman - Turki - Yordania / Yordania BIMBINGAN BELAJAR MASUK GONTOR : Putra - Putri CONTOH SOAL TES SELEKSI UNIVERSITAS TIMUR TENGAH : Tahun 2010 - Tahun 2011 - Tahun 2012 - Tahun 2014 - Tahun 2015 - Tahun 2016 - Tahun 2017 BELAJAR ILMU KEISLAMAN : Rumah Tahfidz - Ilmu Keislaman - Kursus Bahasa Arab PINTAR TOAFL : Panduan (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Sima'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Qira'ah (1 / 2 / 3 / 4 / 5 / 6 / 7 / 8) Tarakib (1 / 2 / 3 / 4 / 5) Kitabah (1 / 2 / 3) Kunci Jawaban (1 / 2 / 3 / 4) KAMUS BAHASA ARAB : Idiom (1) BAB KEILMUAN ISLAM : Artikel Bebas - Tafsir - Ulumul Qur'an - Hadis - Ulumul Hadis - Fikih - Ushul Fikih - Akidah - Nahwu - Sharaf - Balaghah - Tarikh Islam - Sirah Nabawiyah - Tasawuf/Adab - Mantiq
##########

